Bantuan Perumahan Korban Konflik Sosial Buteng Sudah Terbangun, Samahuddin Siap Aspal Jalannya

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Sebanyak 30 unit bantuan perumahan semi permanen untuk korban konflik sosial di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) akhir 2019 lalu, kini sudah dibangun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perumahan Rakyat.
Sebanyak 17 unit terkumpul dalam satu lokasi dan 13 lainnya tersebar di beberapa titik tempat rumah para korban terbakar. Setiap rumah yang dibangun sudah dilengkapi dengan instalasi listrik masing-masing.
Kamis (2/7/2020), Bupati Buteng H Samahuddin bersama anggota DPRD Buteng Nurman (PBB) yang juga putera Desa Wadiabero, dan Plt Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Buteng Suhardin Djama Sukri, turun meninjau di lokasi pembangunan 17 unit rumah yang masuk sekitar 300 meter di belakang desa.
"Pemkab Buteng mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi atas bantuan perumahan bagi korban konflik sosial di Desa Wadiabero. Tanggungjawab saya tinggal jalan masuknya untuk diperlebar dan diaspal. Nanti kita lihat anggaran tahun 2021 nanti," ungkap Samahuddin.
Termasuk kebutuhan air bersih, Pemkab Buteng akan memasangkan pipa yang disambungkan dari pipa induk di poros jalan desa. "Saya kira dari lokasi pemukiman ke pipa induk sudah tidak jauh, tinggal kita sambungkan saja pipanya," tukasnya.
Orang nomor satu di Buteng ini berharap, kompleks perumahan 17 unit tersebut tercipta Kamtibmas yang baik dan warganya menjaga persatuan dan kesatuan. "Intinya ciptakan kenyamanan dalam kompleks dan hidup rukun," himbau Samahuddin.
Plt Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Buteng, Suhardin Djama, menambahkan 30 unit rumah yang dibangun Dinas Perumahan Pemprov Sultra di Desa Wadiabero merupakan rumah para korban yang mengalami rusak berat akibat pembakaran pada saat konflik dengan Desa Tolandona Matanaeo akhir 2019 lalu.