Pilkades Serentak Buteng 2020 Diikuti 16 Desa

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Tahun 2020 ini, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang akan diikuti 16 desa dari tujuh kecamatan yang ada. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Buteng menjadwalkan pelaksanaannya dimulai Oktober nanti.
16 desa tersebut yakni Desa Tolandona Matanaeo (Kecamatan Sangia Wambulu), Desa Wadiabero, Desa Rahia, Desa Wakeakea, Desa Waliko, dan Desa Walando (Kecamatan Gu), Desa Mone (Kecamatan Lakudo), Desa Lanto (Kecamatan Mawasangka Tengah), Desa Lagili, Desa Bonemarambe, Desa Inulu, dan Desa Lasori (Kecamatan Mawasangka Timur), Desa Wasilomata II dan Desa Dahiango (Kecamatan Mawasangka), Desa Talaga Besar dan Desa Talaga II (Kecamatan Talaga Raya).
Kadis PMD Kabupaten Buteng, Armin, mengatakan Pilkades serentak yang ditarget digelar Oktober atau November tersebut akan diawali dengan beberapa tahapan. "Tahapannya sebenarnya sudah jalan yang kita awali dengan rapat koordinasi (Rakor) evaluasi Pilkades serentak 2019 beberapa hari lalu," ungkapnya ditemui saat menghadiri peletakan batu pertama fondasi pagar seragam Desa Wadiabero, Kamis (2/7/2020).
Dalam rakor tersebut, pihaknya mengevaluasi apa-apa yang menjadi kekurangan Pilkades serentak 2019 agar tidak terulang lagi pada Pulkades serentak 2020. Terutama persoalan yang menyangkut penyebab calon kepala desa lainnya mengajukan gugatan.
Pasca Rakor evaluasi tersebut, pihaknya akan turun melakukan sosialisasi ke kecamatan dengan mengundang desa yang menjadi peserta Pilkades serentak 2020. Setelah itu mengagendakan lagi rapat pembentukan panitia Pilkades tingkat Kabupaten Buteng.
"Kalau panitia sudah terbentuk, maka akan disusun tahapan-tahapan pelaksanaannya mulai dari pembentukan panitia di tingkat desa, pendaftaran bakal calon Kades, pencoblosan dan penghitungan suara, penetapan Kades terpilis, sampai pada pelantikan Kades terpilih," jelas Armin.
Pria asal Mawasangka ini berharap, Pilkades serentak 2020 dapat berjalan dengan lancar dan aman serta lebih baik lagi dari Pilkades serentak 2019.(publiksatu)