Bantuan Sembako Pemprov Sultra Diserahkan ke Pelaku UMKM Sangia Wambulu

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) H Kostantinus Bukide, menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kepada 113 pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 di Kecamatan Sangia Wambulu, Selasa (7/7).
Dalam menyerahkan paket Sembako tersebut, Sekda turut didampingi Stah Ahli Bupati Arsidik Patola dan Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Buteng Abidin. Hadir menyaksikan pihak pemerintah Kecamatan Sangia Wambulu, Lurah dan para Kades se Kecamatan Sangia Wambulu.
Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Buteng, Abidin, mengatakan untuk mendapatkan bantuan paket tersebut dari Pemprov Sultra, pihaknya mengusulkan 1.000 pelaku UMKM di Kabupaten Buteng. Namun karena paket Sembako yang tersedia di Dinas Koperasi dan UMKM Sultra hanya 6.000 paket dan harus dibagikan kepada 17 kabupaten/kota, maka Kabupaten Buteng hanya dijatah 420 paket Sembako saja.
Dari 420 paket Sembako tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Buteng menyebarnya di tujuh kecamatan yang ada. Rinciannya, Kecamatan Sangia Wambulu 113 paket, Kecamatan Gu 90 paket, Kecamatan Lakudo 82 paket, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng) 50 paket, Kecamatan Mawasangka 47 paket, Kecamatan Talaga Raya 28 paket, dan Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim) 10 paket.
"Setiap paket Sembako berisi 4 Kg minyak goreng, 4 kaleng susu kental manis, 2 Kg gula pasir, 2 Kg terigu, 2 kaleng ikan kaleng, dan satu masker," rinci Abidin.
Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buteng ini, dalam menyalurkan paket sembako tersebut pihaknya melakukan verifikasi ketat kepada para pelaku UMKM. Bila sebelumnya sudah mendapat bantuan sosial lainnya, maka dialihkan kepada pelaku UMKM yang belum sama sekali mendapatkan Bansos dari dampak Covid-19.
"Kita berharap, jangan hanya bantuan ini saja yang diberikan tapi bantuan modal usaha juga, karena para pelaku UMKM selama masa pandemi Covid-19 banyak yang modalnya sudah habis. Apalagi pelaku usaha mikro, mencari hari ini untuk hari ini dan besok untuk besok lagi. Berarti kalau tidak mencari atau usaha hari ini, maka modalnya sudah dimakan," paparnya.