Berita Terkini
Buteng

Bupati Buteng Serahkan BLT 80 Nelayan Terdampak Covid-19 di Mastim

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 16 Juli 2020 14:21 WIB · 2 menit baca
Bupati Buteng Serahkan BLT 80 Nelayan Terdampak Covid-19 di Mastim
Bupati Buteng H Samahuddin menyerahkan BLT kepada nelayan terdampak Covid-19 di Kecamatan Mastim.jpg

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 80 nelayan Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim) yang terdampak Covid-19 di kantor camat setempat, Rabu (15/7). Masing-masing nelayan menerima Rp 1,8 juta dari hitungan tiga tahap penerimaan (April-Mei-Juni).

Dalam menyerahkan BLT dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut, bupati turut didampingi Kadis Perikanan Muh Rijal, Camat Mastim Hermansyah, dan Kapolsek Mastim Ipda Musrifin.

Dalam arahannya kepada para penerima BLT nelayan, Samahuddin mengatakan bantuan dari pemerintah pusat tersebut harus disyukuri. Jangan dilihat dari sedikit dan banyaknya, tapi bagaimana perhatian pemerintah terhadap masyarakat nelayan yang terdampak Covid-19.

"Pemerintah menurunkan bantuan berdasarkan data yang diusulkan pemerintah daerah. Namun tidak semua bisa diakomodir, sehingga yang turun juga hanya sebagian saja. Kita di daerah hanya sebatas mengusulkan, tapi yang menentukan banyaknya dan siapa saja yang berhak menerima adalah pemerintah pusat," tukasnya.

Maka itu, orang nomor satu di Kabupaten Buteng ini berharap bantuan seperti ini tidak dibuat gaduh. Mereka yang belum beruntung menerima agar bersabar dan berdoa, semoga pada bantuan tahap-tahap berikutnya sudah bisa masuk penerima.

"Sebenarnya banyak masyarakat kita berprofesi sebagai nelayan dan sehari-harinya banyak bekerja di laut. Namun hanya karena ada pekerjaan sedikit di darat, pekerjaan di KTP-nya diisi wiraswasta karena malu disebut nelayan. Sekatrang ada bantuan nelayan seperti ini baru menyesal dan protes kenapa tidak dapat," seloroh Samahuddin.

Kadis Perikanan Kabupaten Buteng, Muh Rijal, sebelumnya mengatakan BLT nelayan dampak Covid-19 ini diusulkan pihaknya ke pusat sebanyak 4.000 lebih. Namun setelah diverifikasi KKP, terealisasi hanya 992 nelayan.