Polemik Penyaluran BST Tahap Dua, Dinsos Wakatobi Beri Alasan
Bagikan

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi melalui Dinas Sosial (Dinsos) angkat bicara soal penyaluran BST tahap dua yang kini gaduh di tengah masyarakat. BST periode bulan Mei ini, ada sebagian masyarakat yang belum dapat bantuan.
Kepala Dinsos Kabupaten Wakatobi, Jamrudin diwakili Sekretarisnya, La Ode Kaslan, mengungkapkan penyaluran BST tahap dua dilakukan secara bertahap atau pertermen. Berbeda dengan penyaluran BST pada tahap pertama pada bulan April lalu, dimana Kemensos menyalurkan anggarannya secara kesuruhan. Artinya masyarakat calon penerima bisa menerimanya sekaligus pada tahap pertama.
"Disinilah ada persoalan, karena penyaluran BST tahap kedua tidak sekaligus seperti yang kami harapkan pada periode April itu," ujar La Ode Kaslan, kemarin.
Masyarakat tidak usah khawatir. Sebab penyaluran BST tahap kedua ini kata La Ode Kaslan, belum usai. Kini pihaknya masih komunikasikan hal ini dengan pihak Kemensos. Karena pengendali program BST adalah Kemensos.
Dirinya memaparkan, pada penyaluran 12 Juli 2020 lalu, merupakan termen pertama untuk BST tahap kedua. Dan berdasarkan BNBA yang masuk lewat PT Pos Indonesia dan Himbara sudah disalurkan penerimaan namun belum mencukupi untuk semua penerima.
"Update tanggal 14 Juli 2020, untuk penyaluran periode Mei atau yang sering diistilahkan oleh masyarakat BST tahap dua ini, baru masuk lagi sebanyak 5.112 KMP. Sehingga kami harapkan di data 5.112 KPM, nama-nama yang belum terkafer dipenyaluran termen pertama itu sudah terkafer," tandasnya.
"Yang jelasnya, target kami sesuai dengan komitmen pemerintah pusat bahwa calon penerima itu harus mendapatkan tiga kali. Dan kami sebenarnya tidak fokus dengan tahapan-tahapan itu, namun yang fokus kami masyarakat itu bisa dapat tiga kali," tutupnya.(publiksatu)