Berita Terkini
Buteng

Peduli Bencana Masamba, HMT Masteng Galang Dana di Jalan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 22 Juli 2020 14:45 WIB · 2 menit baca
Peduli Bencana Masamba, HMT Masteng Galang Dana di Jalan
HMT Masteng menggalang dana di jalanan depan Pasar Lanto untuk para korban banjir bandang di Masamba, Sulawesi Selatan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Himpunan Mahasiswa Teknik (HMT) yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia asal Kecamatan Mawadangka Tengah (Masteng) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), menggelar aksi galang dana ke jalan, Selasa (21/7/2020). Penggalangan dana ini ditujukan untuk korban bajir bandang di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ketua Umum HMT Masteng, Marwan, mengatakan aksi galang dana yang dilakukan pihaknya tersebut merupakan salah satu bentuk solidaritas HMT Masteng terhadap para korban bencana banjir bandang di Masamba. Uang hasil dari penggalangan dana tersebut nantinya akan dikirim ke Masamba untuk para korban.

"Sebagai kaum intelek, waktu libur di masa pandemi Covid-19 ini dimanfaatkan HMT Masteng dengan berbuat hal-hal positif, salah satunya menggalang dana untuk para korban banjir bandang di Masamba. Hari ini, titik penggalangan dana kita pusatkan di jalan depan Pasar Lanto, Kecamatan Masteng," tutur Marwan.

Menurutnya, sudah sepatutnya jika ada yang tertimpa musibah atau bencana, maka sesama manusia harus saling membantu satu sama lain, sebagaimana diajarkan dalam agama Islam. Menyadari hal itu, HMT Masteng melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk para korban banjir bandang di Masamba.

"Penggalangan dana ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas HMT Masteng untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang terkena banjir bandang di Masamba," tukasnya.

Marwan juga membeberkan, sehari sebelum penggalangan dana ini HMT Masteng juga melakukan aksi bersih-bersih di tempat wisata Pantai Mutiara, sebagai dukungan terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Buteng.

"Kami ingin mengubah mindset masyarakat bahwa anak teknik gondrong-gondrong bukan berarti kriminal dan tidak bisa melakukan apa-apa. Kami anak teknik adalah mahasiswa yang siap menyumbangkan tenaga dan ide-ide kami yang kreatif inovatif dan bersinergi untuk memajukan daerah menuju Buteng yang berkah," pungkas Marwan.(publiksatu)