Berita Terkini
Buteng

Dibatasi Melayat Almarhum Wabup La Ntau, Bupati Tetap ke Rumah Duka

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 10 Agustus 2020 17:05 WIB · 2 menit baca
Dibatasi Melayat Almarhum Wabup La Ntau, Bupati Tetap ke Rumah Duka

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Diisukan tak ikut mengantar jenazah Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng) Kapten Inf (Purn) La Ntau pada proses pemakaman Rabu (5//8/2020), Bupati Samahuddin membantah isu tersebut. Ia tetap hadir meskipun ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi dan membatasinya.

Samahuddin menuturkan, pasca mendengar kabar Wabup La Ntau meninggal pada Selasa (4/8) pukul 14.45 wita, kurang lebih sejam kemudian dirinya bersama Sekda Buteng Kostantinus Bukide dan sejumlah Kepala OPD langsung bergegas ke rumah duka di Lombe, Kecamatan Gu.

"Saat dikabarkan pak wakil meninggal, saya sangat kaget dan tidak percaya. Namun setelah saya pastikan informasinya benar, saya pun bergegas ke rumah duka bersama pak sekda dan beberapa Kepala OPD. Kita di rumah duka dari jam empat sore sampai menjelang magrib," tuturnya membantah isu yang beredar dengan menelepon wartawan media ini, Sabtu (8/8).

Saat melayat tersebut, dirinya mengaku heran ia bersama rombongan dibatasi untuk masuk ke dalam rumah. Namun kondisi itu dimakluminya mengingat keluarga dalam suasana duka mendalam dan kemungkinan belum mau menerima masuk pihak-pihak dari luar keluarga.

Keesokan paginya, Rabu (5/8), dirinya bersama keluarga dan sejumlah pejabat daerah bersiap-siap kembali untuk datang melayat ke rumah duka sekaligus mengantarkan almarhum ke pemakaman di Desa Walando. Namun tak disangka, ia mendapat kabar jika dirinya dilarang untuk datang melayat.

"Sebenarnya kita sudah siap berangkat bersama para Kepala OPD pada pukul 10.00 pagi itu untuk menuju ke rumah duka. Namun tiba-tiba ada penyampaian dari Kasat Pol-PP bahwa bupati dan para ASN hanya dipersilahkan melayat sampai di tenda luar rumah yang ada di jalan," bebernya.

Informasi tersebut menguatkan kecurigaannya, kenapa sejak hari pertama dirinya bersama rombongan dilarang masuk melayat ke dalam rumah dan dibatasi hanya duduk di teras rumah duka.