Berita Terkini
Muna

Dukungan Parpol bukan Penentu Kemenangan Pilkada Muna, Masyarakat Diajak Pilih Calon yang Membangun

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 18 Agustus 2020 15:20 WIB · 2 menit baca
Dukungan Parpol bukan Penentu Kemenangan Pilkada Muna, Masyarakat Diajak Pilih Calon yang Membangun

PUBLIKSATU, MUBAR - Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Muna, kian menarik. Baru dua kekuatan besar yang muncul dengan dukungan perolehan kursi yakni LM Rusman Emba dan LM Rajiun Tumada.

LM Rusman Emba sebagai petahana mendapat dukungan empat partai dengan komposisi 14 kursi. Meliputi PDIP 4 kursi, PKB 4 kursi, Golkar 4 kursi, dan PKS 2 kursi. LM Rajiun Tumada mengantongi dukungan tiga partai dengan komposisi 7 kursi, yakni Demokrat 4 kursi, NasDem 2 kursi, dan PPP 1 kursi.

Tersisa Gerindra yang belum menentukan pilihan dengan perolehan 3 kursi. Sebab Hanura sudah diamankan dengan Syarifuddin Udu, dengan dukungan 5 kursi. PAN milik DR Baharuddin dengan perolehan 1 kursi. Kedua bakal calon (Balon) ini masih ketinggalan dukungan perolehan kursi.

Ada tiket untuk mendaftar sebagai balon, LM Rusman Emba dan LM Rajiun Tumada, mulai unjuk gigi. Meski sebagai penantang petahana, LM Rajiun Tumada tidak kalah besar mendapat dukungan masyarakat. Terbukti lautan manusia memadati pelabuhan Nusantara Raha dan sekitarnya saat penjemputan dirinya akhir pekan lalu. Begitu juga sang petahana dijemput dengan lautan manusia.

Ketua Relawan Transformasi Indonesia (Relasi) RI, Alimuddin Barakati menilai dukungan partai, bukan penentu kemenangan saat pemilihan nanti. Ada beberapa variabel yang menjadi tolak ukur masyarakat dalam menentukan pilihan.

"Kemenangan calon bupati tidak terletak pada dukungan partai politik, tetapi kekuatan akar rumput dalam hal ini masyarakat. Dan saat ini masyarakat sudah cerdas dan mampu menilai kriteria setiap calon itu,"ungkapnya.

Menurutnya, variabel untuk menentukan pilihan dalam kontestasi pilkada adalah visi, misi dan program kerja, karena dari situlah tergambarkan ide dan gagasan mengenai arah pembangunan daerah kedepan. Terlebih lagi dua balon yang akan ikut bertarung ini sudah memiliki rekam jejak masing-masing dalam memimpin sebagai bupati.