Amdal Pembangunan Jembatan Layang Pulau Buton-Muna Mulai Dikonsultasikan ke Publik

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Sebagai salah satu syarat pelengkap rencana pembangunan jembatan layang yang menghubungkan Pulau Buton (Kolagana, Kota Baubau) dan Pulau Muna (Desa Baruta, Kabupaten Buton Tengah), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDA-BM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar konsultasi publik pada masyarakat setempat di dua lokasi berdirinya tiang pancang jembatan layang tersebut.
Konsultasi publik hari pertama digelar di Kolagana, Kelurahan Palabusa, Kota Baubau dan hari kedua dilaksanakan di Desa Baruta, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), pekan lalu.
Konsultasi publik hari kedua di Desa Baruta, dihadiri pihak DLH Kabupaten Buteng, Camat Sangia Wambulu La Ode Taslim yang juga Pj Kades Baruta, Kades Baruta Lestari H Zariun, Ketua BPD Desa Baruta Ismail Malik, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Baruta, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat Desa Baruta.
Dalam konsultasi publik tersebut, berbagai saran dan masukan serta permintaan masyarakat menjadi pertimbangan tim pengkajian Amdal Provinsi Sultra. Diantaranya, isu-isu lingkungan, sosial, dan ekonomi dari masyarakat setempat.
Bahkan masyarakat Baruta meminta kepastian kapan dibangunnya jembatan layang penghubung Pulau Buton-Muna tersebut. Pasalnya, isu rencana pembangunannya sudah bergulir dari 2003 lalu yang disambut masyarakat Baruta dengan menghibahkan lahannya sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan jembatan layang tersebut.
Masyarakat Baruta hanya meminta agar titik tiang pancang jembatan digeser lebih jauh dari makam Sangia Wambulu yang merupakan situs budaya Kabupaten Buteng. Sebab, makam tersebut sangat disakralkan masyarakat Desa Baruta dan masyarakat Buton pada umumnya. Dimana, Sangia Wambulu sendiri adalah imam pertama Masjid Agung Keraton Buton.
Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Sultra, Ir H Ansar MSi, mengaku bersyukur karena dalam konsultasi publik kajian Amdal tersebut masyarakat Desa Baruta sangat mendukung pembangunan jembatan layang yang menghubungkan Pulau Buton-Muna ini.