Sudah Teraspal, Jalan Labungkari-Teluk Lasongko Bebas dari Debu dan Becek
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Mobilitas masyarakat Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang mengarah dari bundaran Labungkari ke Desa Teluk Lasongko atau sebaliknya sudah tidak terganggu lagi dari jalan yang bergelombang, debu di musim kemarau, dan becek di musim hujan.
Pasalnya, jalan yang terputus dari aspal sepanjang 825 meter tersebut sudah diaspal hitam dengan lebar tujuh meter. Dengan begitu, jalan dari Labungkari sampai ke Desa Teluk Lasongko sudah tersambung aspal semua, bebas dari debu dan becek.
Bupati Buteng H Samahuddin turun langsung memantau pengaspalan jalan dari Labungkari masuk ke Desa Teluk Lasongko tersebut, Selasa (15/9/2020). Bupati yang gemar turun di lapangan itu turut didampingi anggota DPRD Buteng Azaludin dan Sekretaris PDC PDIP Kabupaten Buteng Alexander Ernesto.
"Jalan dari bundaran Labungkari, Desa Teluk Lasongko, dan Desa Mone kita akan aspal tahun ini. Hari ini kita mulai dulu dari bundaran Labungkari sampai masuk ke Desa Teluk Lasongko, karena terputus dari aspal sepanjang 825 meter," tutur Samahuddin.
Sementara Desa Mone yang sudah dilakukan pelebaran rata-rata 10-12 meter masih diatur level jalannya supaya rata. Setelah itu masuk LPA untuk persiapan pengaspalannya.
"Yang kita aspal dari bundaran Labungkari sampai di Desa Mone sekitar 1,4 kilometer. Dari bundaran Labungkari sampai Desa Teluk Lasongko 825 meter dan Desa Teluk Lasongko sendiri 600 meter. Anggaranya Rp 5,5 miliar, sudah termasuk normalisasi jalan dari bundaran Labungkari, pelebaran jalan, pembuatan talud jalan dan gorong-gorong," beber Samahuddin.
Khusus pelebaran jalan di Desa Teluk Lasongko, bupati pertama pilihan rakyat Buteng ini mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat dan keikhlasannya ketika sebagaian besar pagar rumahnya dirubuhkan dan beberapa rumah terasnya dibongkar.