Berita Terkini
Buteng

Pilkada Buteng Memanas di Medsos, Wakil Ketua DPRD Adam Ingatkan Konstituen Tak Ikut-Ikutan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 21 September 2020 17:00 WIB · 2 menit baca
Pilkada Buteng Memanas di Medsos, Wakil Ketua DPRD Adam Ingatkan Konstituen Tak Ikut-Ikutan
RESES: Wakil Ketua DPRD Buteng, Adam saat melaksanakan reses di Kelurahan Lakudo

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Kendati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) masih lama dihelat, namun genderang perang antara pendukung petahana dan penantang di media sosial (medsos) mulai ditabuh dan memanas.

Saling serang dan kritik serta mencari-cari kelemahan lawan dimunculkan dari berbagai postingan dan komentar. Namun tak sedikit pula upaya membangun pencitraan dari calon kepala daerah masing-masing dimunculkan untuk menggaet simpatik warga net.

Rupanya, dinamika politik di dunia maya tersebut tak luput dari pantauan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang saat ini menjabat Wakil Ketua I DPRD Buteng, Adam SAg. Namun, dirinya tak mau terpancing dan ikut "nimbrung" berkomentar seperti politisi lainnya.

Bagi Sekretaris DPD PAN Buteng ini, saling dukung mendukung calon dan perbedaan pilihan dalam politik merupakan hal biasa berdemokrasi. Namun demokrasi itu jangan dikotori dengan saling cela dan menghujat dengan bahasa yang jauh dari kata santun.

Maka itu, Adam mengingatkan kepada konstituennya agar tidak ikut-ikutan berkomentar dan membuat status negatif di medsos. Sebab hal itu tidak menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Apalagi Pilkada Buteng sendiri masih jauh dihelat.

"Pembahasan Pilkada Buteng dan memunculkan calon masing-masing di media sosial yang diikuti saling serang komentar cukup memanas. Kita jangan ikut-ikutan panas agar tidak jadi korban. Biarkan saja mereka, toh pada akhirnya nanti kita akan bermusyawarah mana diantara calon itu yang terbaik buat daerah," ungkap Adam saat menggelar reses di Kelurahan Lakudo, Jumat (18/9/2020).

Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Lakudo ini berharap, dari musyawarah untuk melahirkan calon pimpinan daerah tersebut ada putera Lakudo didalamnya. "Harus ada putera Lakudo yang bisa mewakili kita semua, jangan kita jadi penonton saja," tandasnya.