Samahuddin Bangun Pintu Gerbang Kecamatan dengan Konsep Ekowisata

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin terus menata "wajah' Kabupaten Buteng agar terlihat menarik dan memiliki ciri khas tersendiri dari daerah lainnya. Setelah infrastruktur jalan dan wajah desa ditata dengan pagar seragam, giliran kecamatan dibuatkan pintu gerbang sebagai identitas wilayah dengan potensinya masing-masing.
Saat ini, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim) tengah dibangun pintu gerbang di pertigaan Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo. Pintu gerbang masuk di Kecamatan Mastim tersebut modelnya sama dengan gerbang masuk Kabupaten Buteng yang ada di Wamengkoli, Desa One Waara. Hanya saja, ukurannya lebih kecil karena tingkat kecamatan.
"Tahun ini pembangunan pintu gerbang masuk kecamatan kita mulai dari Kecamatan Mastim. Tahun depan akan menyusul kecamatan lainnya, kemungkinan di Kecamatan Gu atau Kecamatan Sangia Wambulu," ungkap Samahuddin saat meninjau pembangunan pintu gerbang Kecamatan Mastim di pertigaan Desa Lolibu, belum lama ini.
Menurut bupati pertama pilihan rakyat Buteng ini, selama ini setiap tamu luar atau tamu daerah yang datang di Buteng ketika melakukan perjalanan berkeliling Buteng, tidak mengetahui sudah berada di kecamatan mana, karena tidak ada pintu gerbang masuk yang menjadi simbol dan identitas dari masing-masing kecamatan.
"Kalau sudah ada pintu gerbang masuk disetiap kecamatan, tanpa bertanya lagi orang dari luar sudah bisa tahu masuk wilayah mana dia saat itu," tukasnya.
Samahuddin mengaku, dalam membangun setiap pintu gerbang masuk kecamatan nantinya akan dilengkapi dengan tamannya agar bernilai ekowisata, agar bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berjualan makanan ringan atau minuman seperti tempat ngopi bagi setiap pengunjung.
"Setelah foto-foto di taman pintu gerbang, pengunjung bisa istrahat menikmati keindahan taman sambil minum kopi dan lainnya," katanya.