Berita Terkini
Butur

Buka Rakor Bunda PAUD Sultra, Agista Ariany Gagas Tempat Penitipan Anak

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 18 November 2020 15:37 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Buka Rakor Bunda PAUD Sultra, Agista Ariany Gagas Tempat Penitipan Anak
RAKOR: Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Sultra, Agista Ariany Ali Mazi membuka rapat koordinasi (Rakor) Bunda PAUD se-Sultra, Senin (16/11). FOTO: DARMONO/BUTON POS

PUBLIKSATU, KENDARI - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Sulawesi Tenggara Agista Ariany Ali Mazi, Senin (16/11) membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Bunda PAUD kabupaten/kota se-Provinsi Sultra Tahun 2020 yang bertempat di salah satu Hotel di Kota Kendari da berlangsung selama dua hari.

Dalam Rakor ini, dihadiri oleh para Bunda PAUD dari 17 kabupaten/kota se-Sultra, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sultra, pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Sultra Periode 2019-2023. Termasuk lembaga vertikal dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dewan pendidikan, NDO wanita, dan praktisi, dengan total peserta sebanyak 50 orang.

Agista Ariany menjelaskan, rapat koordinasi dan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahamaan tentang kebijakan program Bunda PAUD. Pemahaman tentang PAUD Holistik Integratif, pemahaman tentang peran Provinsi dalam meningklatkan layanan PAUD yang berkualitas, menyikapi prevalensi stunting di Sultra, dan menyusun rencana tindak lanjut Program Kerja Bunda PAUD.

"Disini kita berbagi mengenai pengalaman peran sebagai seorang ibu, termasuk saat harus melahirkan dan mengurus anak. Dimana peran Bunda PAUD, penting dalam membentuk karakter anak dalam menentukan masa depan. Jangan sia-siakan peran dan tugas dari Bunda PAUD yang ada di Sulawesi Tenggara dan Indonesia. Peran kita tidak kecil, namun kita akan membentuk anak-anak yang akan menjadi apa di masa yang akan datang,” jelas Agista.

Sambung Agista, di bawah kepemimpinannya, Bunda PAUD Sultra akan menggagas tempat penitipan anak yang difasilitasi dengan sudut baca. Namun fungsinya bukan sekadar membaca saja, tapi juga dimanfaatakan untuk kegiatan lain khas kaum ibu seperti merajut, membuat kerajinan, dan sebagainya untuk mengisi waktu lowong agar tidak terbuang sia-sia.

"Sekadar diketahui, Bunda PAUD merupakan predikat yang diberikan kepada istri kepala pemerintah dan kepala daerah (presiden, gubernur, bupati/walikota, camat, kepala desa/lurah). Predikat Bunda PAUD juga disandang langsung oleh kepala pemerintahan atau kepala daerah perempuan yang merupakan penggerak utama, dalam pembinaan layanan pendidikan bagi anak usia dini di wilayahnya guna mendukung terwujudnya layanan PAUD berkualitas,"terangnya.

Lanjutnya, ada beberapa persoalan yang dihadapi dalam rangka penguatan PAUD, antara lain belum seluruhnya Bunda PAUD Kabupaten/Kota melakukan pengukuhan Bunda PAUD ditingkatannya, Pokja Bunda PAUD ditingkatannya belum terbentuk., Gugus Tugas PAUD Holistik Integratif (HI) belum terbentuk dan belum melaksananakan layanan PAUD HI.

Bagikan