Buteng WTP Empat Kali Beruntun, Samahuddin Siap Pertahankan Selama Periodenya
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Empat tahun memimpin Kabupaten Buton Tengah (Buteng), empat kali pula H Samahuddin membukukan rekor pencapaian pengelolaan keuangan daerah terbaik dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dengan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Ptedikat WTP empat kali beruntun ini diawali dari 2017 dan terus berturut-turut 2018, 2019, dan 2020. Samahuddin menargetkan, prestasi ini akan terus dipertahankannya hingga selesai masa periodenya sebagai Bupati Buteng tahun depan (2022) dengan lima kali berturut-turut WTP.
"Sudah empat tahun saya memimpin Kabupaten Buteng ini, alhamdulillah sudah empat kali pula meraih predikat WTP dari BPK RI," ungkap Bupati Buteng H Samahuddin dihubungi usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD Tahun 2020 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tenggara di Kendari, Sabtu (29/5/2021).
Bupati pertama pilihan rakyat Buteng ini berharap, predikat WTP ini dapat terus dipertahankan Pemkab Buteng dibawa kendalinya hingga periodenya berakhir Mei 2022 nanti. "Mudah-mudahan selesai periode saya nanti, saya tutup dengan WTP sebagai kado perpisahan untuk Kabupaten Buteng yang berkah," doanya.
Maka itu, Samahuddin mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajarannya atas kerja samanya selama ini, harmonisasi kemitraan dengan DPRD, dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Buteng. "Tanpa ada kerja sama dari seluruh jajaran lingkup Pemkab Buteng, kemitraan yang baik dengan DPRD, serta dukungan penuh dari masyarakat, mustahil predikat opini WTP ini dapat kita capai secara berturut-turut selama empat tahun terakhir ini," tuturnya.
Khusus kepada jajaran pemerintahannya, Samahuddin mengingatkan agar tidak terlena dengan prestasi ini. Tetap terus berupaya mempertahankannya dan kalau bisa meningkatkan lagi kinerjanya.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Buteng ini tidak menampik, bila dalam meraih WTP ini masih ada kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. “Apa-apa yang masih dinilai kurang dari BPK kita harus perbaiki supaya lebih baik lagi kedepannya,” kunci Samahuddin.