Berita Terkini
Buteng

Kejari Buton Kawal Pembangunan Proyek Tugu Berkah dan Bank Darah RSUD Buteng

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Minggu, 5 September 2021 14:58 WIB · 2 menit baca
Kejari Buton Kawal Pembangunan Proyek Tugu Berkah dan Bank Darah RSUD Buteng
Kajari Buton Ledrik VM Takaendengan didampingi Bupati Buteng H Samahuddin dan Kadis PUTR Aminuddin, meninjau proyek pembangunan Tugu Berkah di Simpang Lima Labungkari

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton siap melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap dua mega proyek Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang dibangun tahun 2021 ini.

Dua mega proyek tersebut yakni pembangunan Tugu Berkah di Labungkari yang menelan anggaran Rp 10 miliar dari APBD dan pembangunan gedung Bank Darah RSUD Buteng sebesar Rp 800 juta lebih dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buton

Ledrik Victor Mesak Takaendengan SH MH, bersama Kasi Intel dan Kasi Pidum, Jumat sore (3/9/2021), turun langsung meninjau pembangunan dua proyek yang menelan anggaran miliaran itu di lokasi berbeda.

Sebelumnya, kedatangan Kajari, Kasi Intel, dan Kasi Pidum tersebut disambut hangat Bupati Buteng H Samahuddin di kantornya. Selanjutnya mendampingi mereka ke lokasi pembangunan proyek Tugu Berkah di Simpang Lima Labungkari dan Gedung Bank Darah di RSUD Buteng.

Kajari Buton Ledrik Victor Mesak Takaendengan mengatakan, kehadiran pihaknya di Kabupaten Buteng adalah terkait fungsi pengamanan hukum dalam mengawal dan mendampingi pelaksanaan proyek pembangun strategis di Kabupaten Buteng agar berjalan lancar sesuai target dan harapan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buteng.

"Saya atas nama Kajari Buton mengucapkan terima kasih kepada pak bupati atas sambutannya. Kehadiran kami disini terkait pelaksanaan pembangunan proyek strategis di Buteng untuk kita lakukan pengawalan dan pendampingan melalui Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (TPPS) Kejari Buton," ungkapnya.

Menurutnya, proyek-proyek strategis seperti Tugu Berkah merupakan tanggungjawab pihaknya untuk dilakukan pengawalan dan pendampingan agar berjalan lancar sesuai target. Sebab, jika proyeknya mandek maka banyak masyarakat kecil akan kehilangan pekerjaan.