Perhatikan Suku Bajo, Bupati Buteng Bangun Sekolah Terapung dan Rumah Adat
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Eksistensi Suku Bajo di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) tak lepas dari perhatian Bupati Samahuddin. Suku yang banyak menghabiskan waktunya di laut ini dibangunkan sekolah terapung dan rumah adat.
Sekolah Apung yang dibangun di Kampung Nelayan, Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka itu bertujuan agar tidak ada anak-anak nelayan dan Suku Bajo yang putus sekolah karena alasan biaya atau jauh dari Sekolah Dasar yang ada.
"Kita dekatkan anak-anak nelayan dan Suku Bajo dengan sekolah agar mereka yang wajib pendidikan dasar tak putus sekolah. Makanya kita bangunkan Sekolah Apung di perkampungan mereka (Kampung Nelayan, red)," ungkap Samahuddin usai menutup lomba perahu balap Suku Bajo di Pelabuhan Verry Mawasangka, Kamis (9/9/2021).
Menurutnya, potensi kecerdasan anak-anak Suku Bajo atau anak-anak nelayan pada dasarnya tak kalah bersaing dengan anak-anak kebanyakan. Hanya saja, terkendala fasilitas atau sarana prasarana sekolah saja.
"Mereka (Anak-anak Suku Bajo, red) sehari-harinya makan ikan, tentu akan lebih cerdas. Tinggal dibangkitkan motivasinya untuk bersekolah dan digali potensi belajarnya," tukas Samahuddin.
Tak hanya memperhatikan anak-anak Suku Bajo agar tak putus sekolah, orang nomor satu di Kabupaten Buteng ini juga memberikan perhatian serius kepada pemuka masyarakatnya dengan dibangunkan rumah adat.
Pembangunan rumah adat ini untuk lebih mengeksistensikan keberadaan Suku Bajo dalam interaksi sosial kemasyarakatan dengan suku-suku lainnya di Kabupaten Buteng.