Muna

Dua Bulan KKP di Desa Lapolea, Mahasiswa STIPER Kendari Resmi Ditarik

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 7 Juni 2022 05:03 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Dua Bulan KKP di Desa Lapolea, Mahasiswa STIPER Kendari Resmi Ditarik
Mahasiswa KKP Benchmarking STIPER Kendari foto bersama usai penarikan. (Foto: Labulu)

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Dua bulan menjalani KKP Benchmarking di Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, akhirnya mahasiswa STIPER Kendari ditarik, Senin, (6/6/2022).

Penarikan dippimpin langsung Kepala Sekolah Tinggi Pertanian Kendari (STIPER), La Panga Mpalasi.

Turut hadir dalam penarikan itu Ketua Panitia KKP Benchmarking, Hardin, Koordinator DPL, Ansar Dilo, Camat Barangka dan Kepala Desa Lapolea.

Dalam sambutannya, Hardi mengucapkan terima kasih kepada Camat Barangka beserta jajarannya dan Kepala Desa Lapolea beserta jajaran dan tokoh masyarakat Lapolea, atas dukungan selama KKP.

"Saya berharap dengan program yang dilakukan oleh mahasiswa kami dapat memberikan dampak yang lebih baik pada masyarakat Lapolea, khususnya penanaman pohon di taman wisata Mata Bura," harapnya.

Di tempat yang sama, Kades Lapolea, La Ode Ala mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa peserta KKP Benchmarking yang sudah melaksanakan KKP sejak 6 April 2022 sampai dengan 6 Juni 2022.

"Sejak mereka melaksanakan KKP di Desa Lapolea, banyak ilmu yang memberikan kepada masyarakat Lapolea, terutama ilmu pertanian dan peternakan," jelasnya.

Bagikan