Berita Terkini
Buteng

Rapat Bersama Komisi V DPR RI, Muhammad Yusup Paparkan Peran Strategis Buteng untuk Sultra

Oleh Fauzi Saputra · Minggu, 19 Juni 2022 12:48 WIB · 2 menit baca
Rapat Bersama Komisi V DPR RI, Muhammad Yusup Paparkan Peran Strategis Buteng untuk Sultra

PUBLIKSATU, KENDARI - Kunjungan Kerja (Kunker) spesifik Komisi V DPR RI dalam meninjau infrastruktur dan transportasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dimanfaatkan dengan baik Pj Bupati Buton Tengah (Buteng) Muhammad Yusup, saat rapat bersama Gubernur Ali Mazi dan beberapa Kepala Daerah (Kada) di aula Merah Putih noRujab Gubernur Sultra, Sabtu (18/6/2022).

Para Kada yang hadir pada rapat tersebut diantaranya Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse, Bupati Konawe Selatan (Konsel) Surunuddin Dangga, Bupati Kolaka Utara (Kolut) Nur Rahman Umar, Pejabat yang mewakili Bupati Muna, dan bebera Pejabat Tinggi Pratama lingkup Pemprov Sultra.

Pada kesempatan itu, Muhammad Yusup memaparkan peran strategis Kabupaten Buteng terhadap kemajuan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Sultra dalam meningkatkan ekonomi dan pelayanan masyarakat, khususnya di Kabupaten Buteng sendiri.

Salah satu pembangunan infrastruktur dan transportasi yang akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi dan pelayanan masyarakat tersebut adalah pembangunan jembatan penghubung Pulau Buton dan Pulau Muna (TONA) yang terletak di Kolagana (Kota Baubau) dan Baruta (Kabupaten Buteng).

"Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan Jembatan TONA tersebut, pemerintah dan masyarakat Kabuapten Buton Tengah telah membebaskan lahan seluas 35 hektar di Baruta, Kecamatan Sangia Wambulu," ungkap Yusup disambut aplaus dari Komisi V DPR RI, Gubernur Ali Mazi, dan para peserta rapat.

Tak hanya itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra ini menyampaikan usulan masyarakat Kecamatan Talaga Raya. Di kecamatan yang merupakan pulau terluar dan terpisah dengan daratan Buteng-Muna itu, aktivitas masyarakatnya cukup tinggi.

Disana (Talaga Raya, red), ada kegiatan pertambangan. Namun kegiatan transportasi mereka sedikit terhambat karena kurangnya layanan transportasi laut.