Butur

Serahkan 2.491 Kartu E-KUSUKA, Hardhy Muslim Ajak Nelayan Dukung Pelestarian Lingkungan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 2 September 2022 19:23 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Serahkan 2.491 Kartu E-KUSUKA, Hardhy Muslim Ajak Nelayan Dukung Pelestarian Lingkungan
Penyerahan E-KUSUKA secara simbolis. (Foto Istimewa)

BURANGA - Dinas Perikanan dan Kelautan Buton Utara (Butur) kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Ereke, telah mencetak 2.491 Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan secara elektronik (E-KUSUKA) untuk diserahkan kepada masyarakat nelayan di Butur.

Penyerahan kartu E-KUSUKA tersebut, dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Utara (Butur), Muhammad Hardhy Muslim didampingi Plt Kadis Perikanan dan Kelautan, Laode Muhammad Said serta Pimpinan Cabang BNI KCP Ereke, juga perwakilan pelaku usaha Kelautan dan Perikanan (Nelayan, red) lingkup Kabupaten Butur di kantor Kelurahan Lakonea, Kecamatan Kulisusu, Kamis (1/8/2022).

Hardhy mengatakan dengan perkembangan teknologi kita telah diberi kemudahan serta kelancaran beraktivitas. Baik di dalam pelayanan pemerintahan, teknologi juga bisa dimanfaatkan sebagai penunjang dalam percepatan peningkatan produktivitas masyarakat.

Mantan Camat Kulisusu Utara ini kehadiran KUSUKA merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam melayani, memberikan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat. Khususnya kepada pelaku usaha yang berkecimpung di dunia kelautan dan perikanan. Karena nelayan juga dapat memanfaatkan Kartu KUSUKA untuk melakukan transaksi online, memudahkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta memudahkan dalam pengajuan asuransi nelayan.

Lebih lanjut, Hardi Muslim mengungkapkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) Buton Utara cukup kaya, dan kalau ini dikelola dengan baik, maka upaya percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

Untuk kepentingan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat nelayan. Pemkab Butur saat ini tengah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk membangun komunikasi intens dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Moeldoko selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

"Sebab, potensi SDA kita cukup besar, perlu di promosi agar bisa mendapat perhatian dari banyak pihak termasuk investor," jelas Hardhy Muslim.

Bagikan