KPPN Catat Realisasi Belanja di Kepton Tumbuh Enam Persen
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Realisasi belanja negara di wilayah Kepulauan Buton (Kepton) menunjukkan angka positif pada periode triwulan I tahun 2023. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Baubau mencatat pertumbuhannya mencapai enam persen
Kepala KPPN Baubau, Hariyanto mengatakan, dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini sebesar Rp4.668,78 miliar sampai dengan akhir periode triwulan I sudah terealisasi sebesar Rp976,61 miliar atau 20,92 persen. Total realisasi belanja negara tersebut tumbuh sebesar 6 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun anggaran sebelumnya.
Pertumbuhan signifikan realisasi Belanja APBN yang tercatat melalui KPPN Baubau tersebut salah satunya disebabkan oleh realisasi belanja transfer ke daerah yang sampai dengan akhir triwulan I tahun 2023 telah terealisasi sebesar Rp.838,75 miliar dari total pagu sebesar Rp.3.948,78 miliar (21,2 persen).
Kata dia, mulai tahun anggaran 2023 ini semua belanja transfer ke daerah baik Dana Transfer Umum (DAU) dan DBH, Dana Transfer Khusus (DAK) Fisik dan DAK Non Fisik, dan Dana Desa disalurkan melalui KPPN di daerah, tidak ada lagi yang disalurkan secara terpusat. Hal ini sebagai salah satu upaya Kementerian Keuangan untuk mendekatkan pelayanan kepada stakeholder pemerintah daerah dalam rangka percepatan pelaksanaan APBN dan APBD demi peningkatan pertumbuhan perekonomian.
Sedangkan untuk belanja pemerintah pusat sendiri, dari alokasi pagu sebesar Rp720 miliar, telah terealisasi sebesar Rp.137,86 miliar (19,15 persen). Belanja itu terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal yang dialokasikan pada 103 satuan kerja instansi vertikal kementerian/lembaga yang tersebar di enam wilayah kabupaten/kota di Kepton.
Capaian realisasi belanja pemerintah pusat tersebut melampaui target belanja pada triwulan I tahun 2023. Untuk Belanja Pegawai, dari target realisasi sebesar 20 persen, telah terealisasi 20,20 persen. Belanja Modal dari target sebesar 10 persen, telah terealisasi sebesar 14,22 persen.
Sedangkan untuk belanja barang, seiring dengan meningkatnya aktivitas operasional kegiatan pemerintahan dan pembangunan, dari target sebesar 15 persen, sampai dengan akhir triwulan I terealisasi sebesar 19,96 persen.