Lima Jurnalis Diintimidasi Pria Arogan saat Liput Proyek APBN di Muna
Bagikan

PUBLIKSATU, RAHA - Aksi premanisme terhadap profesi wartawan kembali terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kali ini, menimpa lima jurnalis yang tengah meliput proyek talud dan drainase di Desa Lagasa Kecamatan Duruka Kabupaten Muna, Jumat (16/6) kemarin.
Para kuli tinta itu adalah Sudirman Behima (Penasultra.id), Faisal (Tegas.co), Aditia Hidayat (TVRI), Riksan (Harianpublik.id), dan Rizal (Sultramedia.id). Mereka dihalang-halangi secara kasar oleh seorang pria yang diduga berinisial F di lokasi proyek sekira pukul 14.45 Wita.
Mulanya, kelima pewarta tersebut berinisiatif menggali fakta tentang proyek penataan kawasan kumuh di Lagasa yang ditengarai tidak memenuhi spesifikasi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna. Di mana, proyek bernilai kontrak Rp15,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu diduga menggunakan material batu kapur.
Rupanya, niat baik wartawan seolah dianggap membahayakan oknum tertentu. Setelah mengambil gambar lokasi kegiatan proyek dan hendak mengonfirmasi pihak kontraktor dan atau direksi dari Balai Pekerjaan Umum Provinsi Sultra, tiba-tiba saja seorang pria mengendarai sepeda motor datang menghadang.
Ironisnya, lelaki yang diduga berinisial F itu nyaris saja menabrak Sudirman yang berdiri di tepi jalan. Beruntung Sudirman mampu mengelak sehingga luput dari upaya penabrakan.
"Saya sempat lihat dia melaju kencang dengan motornya. Awalnya saya pikir dia cuma iseng, padahal ketika semakin dekat, dia justru sengaja mau menabrak Sudirman yang saat itu mau menuju ke sepeda motornya," tutur Riksan, Sabtu, (27/06).
Melihat kejadian itu, seroang rekan wartawan lainnya, Rizal kemudian berusaha mengingatkan F agar berhati-hati dalam berkendara. Tetapi, F justru turun dari kuda besinya itu dan mendorong Sudirman sembari melontarkan kata-kata kasar.