Ridwan Bae Bangga Banyak Orang Pelototi Proyek Penataan Lagasa
Bagikan

PUBLIKSATU, RAHA - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae menyempatkan turut memantau langsung kualitas pekerjaan proyek penataan kawasan kumuh Desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Sabtu (8/7).
Ia datang ke lokasi bersama Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara (Sultra), I Wayan Krisna Wardana, Kepala Satuan Kerja (Satker) BPPW Sultra, Heber, dan kontraktor pelaksana proyek, Asdar. Mereka meninjau proyek itu setelah dicurigai publik bahwa banyak menggunakan batu kapur.
Ridwan Bae mengatakan, dirinya memperjuangkan anggaran pembangunan kawasan Desa Lagasa dari kumuh menjadi tidak kumuh itu demi kepentingan masyarakat. Dia pun mengklarifikasi bahwa proyek APBN bernilai Rp15,5 miliar itu bukan aspirasinya melainkan hasil memperjuangkan aspirasi masyarakat Lagasa. Makanya, dirinya merasa bangga terhadap masyarakat yang mempersoalkan material digunakan.
Sorotan publik, menurut mantan Bupati Muna dua periode ini, merupakan tanda ada kepedulian terhadap proyek itu. Hanya saja, ia menyarankan suara kritik tersebut punya landasan berpikir misalnya, mempelajari spesifikasi dan bestek proyek dimaksud.
"Kalau belum tau besteknya jangan dulu bersuara. Bertanya dulu kepada pihak pengawas atau kontraktor. Kalau tidak puas dengan itu, minta spesifikasi seperti apa baru suarakan. Makanya, hari ini kami datang bagaimana memastikan proyeknya tercapai sebagaimana diharapkan masyarakat Lagasa," ujar Ridwan.
Politisi partai Golkar ini menuturkan, kehadiran mereka di Lagasa diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi perhatian publik. Pun dirinya meminta kontraktor agar mengawasi dan menjaga mutu pekerjaan.