Sultra Tuan Rumah PRB, La Nita Jelaskan Tiga Variabel Utama Resiko Bencana Penentu
Bagikan

PUBLIKSATU, BURANGA- Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dipercaya pemerintah pusat menggelar event nasional, yakni menjadi tuan rumah peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2023 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.
Demikian diutarakan Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Utara, La Nita, S.Pd., MM, kemarin melalui pesan WhatsApp nya.
Baca Juga: Pekan Depan, Hasil Uji Materiil Batas Usia Minimum Capres-Cawapres Diputusakan
La Nita mengatakan forum bulan PRB merupakan ajang konsolidasi menghalau risiko bencana, dimana dalam PRB, kesadaran penanggulangan risiko digaungkan. "Sejak diterimanya pataka oleh Gubernur Sultra pada pelaksanaan bulan PRB Oktober 2022 di Balikpapan, Sultra menerima amanah sebagai pusat pelaksanaan bulan PRB XI tahun 2023," ungkapnya.
Mantan Kepala BPKAD Pemkab Butur ini menjelaskan pelaksanaan bulan PRB bertujuan untuk melakukan konsolidasi di semua level pentahelix. Baik pemerintah, masyarakat atau komunitas, dunia usaha, media massa dan akademisi terkait penanggulangan risiko bencana.
"Pada event bulan PRB ini, sebagaimana amanah dari Kepala BNPB RI adalah membangun dan berkolaborasi semua pentahelix dalam rangka membangun kesadaran masyarakat terhadap pengurangan risiko bencana," ungkap La Nita.
Baca Juga: Romli Asmasasita: Isu Pemerasan di Kasus Kementan Harus Dibuktikan di Pengadilan
La Nita menjelaskan terdapat tiga variabel utama tingkat risiko bencana yang menjadi penentu, pertama tingkat kerentanan, kedua tingkat bahaya dan ketiga tingkat kapasitasnya. Jika dilihat dari tingkat kerentanan, maka Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) termasuk daerah kategori rentan. Sebab, hampir sebagian besar kerentanan itu terjadi di wilayah pesisir, sehingga kemungkinan potensi tsunami akan ada di situ.
"Begitu juga dari segi bencana hidrometeorologi, Sultra sangat rentan. Seperti angin puting beliung, banjir, longsor dan gempa bumi," pungkas La Nita.
La Nita mengingatkan bahwa sementara dari tingkat bahaya, Sultra sangat potensial. Karena dari 13 jenis bencana, hanya satu yang tidak berpotensi di Sultra, yakni Gunung berapi. "Jenis bencana alam lainnya itu paling rentan terjadi di Sultra," katanya.
Baca Juga: Anies - Muhaimin Terapkan Konsep Peduli Rakyat
Staf Ahli bidang Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Pemda Butur ini mengatakan adapun tingkat kapasitas masuk peran unsur pentahelix, baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media massa harus dioptimalkan. Olehnya itu, melalui kegiatan bulan PRB yang dipusatkan di Sultra ini, dapat memberikan dampak positif terhadap daerah.
"Baik dari pelaksanaan mitigasi bencana, kesiapsiagaan, maupun dari sektor peningkatan ekonomi masyarakat," ucap La Nita. (mus)