Entertaiment

Simak Sinopsi Film Kejarlah Janji, Sambut Pemilu Damai Tahun 2024, Pemilih Pemula Wajb Tonton!

Oleh Ramli Akhmad · Sabtu, 4 November 2023 03:33 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Simak Sinopsi Film Kejarlah Janji, Sambut Pemilu Damai Tahun 2024, Pemilih Pemula Wajb Tonton!
Film Kejarlah Janji (Instagram/filmkejarlahjanji)

PUBLIKSATU, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) merilis Film Kejarlah Janji jelang pemilu 2024 untuk menggaungkan pemilihan umum yang damai di tengah panasnya suhu politik Indonesia.

Sutradara ternama Garin Nugroho yang sutradarai Film Kejarlah Janji dan naskahnya ditulis oleh Alim Sudio, keduanya sudah teruji dengan berbagai jejak karya yang tidak diragukan.

Baca Juga: Atta Halilintar Dilarikan ke RS Ternyata Sakit Hernia karena Kram Perut hingga Susah Gerak

Kisah tentang Pemilihan Kepala Desa (Pilkada) dan Pemilihan Umum (Pemilu) yang digarap dalam Film Kejarlah Janji, sebuah kisah nyata yang akan segera berlangsung di tahun 2024 nanti.

Film ini menyentil isu Pilkades dan Pemilu yang tak luput dari serangan fajar, politik dinasti, dan hal-hal curang untuk memenangkan pemilu.

Film ini juga mengajak masyarakat Indonesia untuk merubah perilakunya dalam menyambut pemilu 2024.

Melalui film ini, kita didorong untuk bijak dalam memilih pemimpin yang jelas track reccord dan kerjanya, menolak politik uang, tidak menjatuhkan lawan, serta tidak terprovokasi dengan informasi pemilu yang belum jelas kebenarannya.

Baca Juga: Ini Alasan Raffi Ahmad Memilih Langsung Datangi Kediaman Camelia Malik Waktu Keluar dari BNN

Buat kamu pemilih pemula, sebelum menonton film ini, yuk, simak dulu sinopsis dan pesan moral film tersebut.

Sinopsis Film Kejarlah Janji

Film Kejarlah Janji berkisah tentang Pertiwi yang (Cut Mini) seorang ibu tunggal dari tiga orang anak yaitu Adam (Bima Zeno), Sekar (Shenina Cinnamon) dan Isham (Thomas Rian).

Pertiwi dikenal sebagai sosok perempuan tangguh dan mandiri karena berhasil menghidupi ketiga anaknya seorang diri setelah suaminya meninggal pasca kalah dalam pilkades.

Masing-masing anaknya punya cerita yang berbeda. Misalnya, Sekar yang sudah S2 namun belum menemukan apa yang sebeneranya diinginkan, Adam yang ingin menjadi lurah melanjutkan keinginan ayahnya yang belum terwujud, dan Isham yang terlihat sedikit apatis dan tidak tertarik pada pemilu.

Kehidupan Pertiwi sebelumnya baik-baik saja. Namun, satu persatu masalah mulai mendatangi keluarganya saat anak-anak pertiwi mencoba untuk membalas kekalahan ayahnya yang meninggal dalam pilkades di masa lalu.

Alur cerita film ini mulai menarik ketika suasana riuh, tegang dan panas di desa terjadi menjelang Pilkades yang akan diselenggarakan sebentar lagi.

Bagikan