Berita Terkini
Muna

Jelang Pencoblosan, Cawabup Muna Purnama Ramadhan Rame-Rame Ditinggal Pengurus Gerindra

Oleh Anuardin · Rabu, 6 November 2024 18:50 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Jelang Pencoblosan, Cawabup Muna Purnama Ramadhan Rame-Rame Ditinggal Pengurus Gerindra
Sejumlah Pengurus DPC Gerindra Kabupaten Muna saat melakukan jumpa Pers. (Publiksatu/Anuardin)

RAHA -- Peristiwa Puluhan Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Muna yang mengundurkan diri sebagai pengurus diluar nalar politik. Sebab, peristiwa ini terjadi ditengah ketua DPC Gerindra Kabupaten Muna Purnama Ramadhan sedang bertarung sebagai calon wakil bupati Muna berpasangan dengan L.M. Rajiun Tumada pada perhelatan Pilkada 27 November 2024 mendatang.

Adapun Pengurus DPC Gerindra yang nyatakan mundur adalah Unsur Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Muna yang menyatakan mundur, Ir. H. La Ode Hamalin, M.Si, Alias, Ahmad Jaya dan Syamsul Arianto Baden.

Unsur Wakil Sekretaris, Kaharuddin, S.PD.I, Harlin, S.Sos, Harfin, SP, Ny. Juliati, S.Pd, Ny. Hasni Janggo, Ny. Wa Ode Fitria Rahmadani, Ny. Atlel Sie Samallo dan Ny. Suma Insani

Unsur Wakil Bendahara, By. Dwi Astuti, Ny. Adela Stevani, Ny. Suci Dwianti Djafar, Ny. Yaya Alfia, S.Sos. MH, Ny. Siti Hajratus Sholeha, Ny. Wa Ode Nurhayati, S. Hut, Ilcham dan Bendahara PAC Desa Parigi La Ode Sabaruddin

Kondisi ini dinilai ketidak mampuan Purnama dalam membesarkan partai besutan H. Prabowo Subianto itu. Pasalnya Ingin mendapat dukungan yang solid dari jajaran pengurus dan kader partai terhadap Ketua DPC Gerindra Kabupaten Muna Purnama Ramadhan yang maju sebagai calon wakil Bupati Muna justru terus ditinggalkan oleh para pengurus DPC Partai Gerindra dan melakukan perlawanan.

Sebelumnya, terdapat 10 pengurus DPC dan 4 Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) maupun anak ranting yang telah mundur. Kali ini, sebanyak 19 pengurus dan 1 Bendahara PAC turut menyatakan mundur dari kepengurusan. Tak tanggung-tanggung, mereka yang mundur dari kepengurusan partai ini merupakan unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB).

Wakil Sekretaris, Ny. Atlel Sie Samallo menyatakan, bahwa keputusan mundur ini merupakan imbas dari tindakan Ketua DPC Gerindra, yang tidak pernah melibatkan para pengurus DPC, PAC, dan anak ranting hingga tingkat akar rumput dalam konsolidasi baik itu pemenangan Pilpres hingga Pilkada.

"Kami merasa tidak dilibatkan dalam keputusan strategis partai yang penting, sehingga membuat kami merasa diabaikan dan tidak dihargai,"ungkapnya, Selasa, 5/11/2024.

Selain itu, Para pengurus yang mundur juga mengkritik ketidakmampuan Purnama Ramadhan dalam membesarkan partai. Menurut Mereka Purnama hanya mengandalkan kedekatan dengan Ketua DPD Gerindra Sulawesi Tenggara, Andi Ady Aksar (AAA), tanpa berusaha untuk memperkuat basis dukungan partai hingga ke tingkat akar rumput. Hal ini menyebabkan ketidakpuasan yang meluas di kalangan kader partai.

Dengan mundurnya para pengurus dari kepengurusan partai, berharap dapat menunjukkan bahwa mereka tidak ingin disalahkan atas kekalahan partai di Pilkada nanti.

"Kami hanya mundur sebagai pengurus, bukan sebagai kader. Dan alasan kami mundur juga untuk menepis tudingan jika partai kalah di Pilkada akibat ketidakmampuan kami bekerja," ungkap Ny. Atlel.

Atlel juga, menyayangkan sikap arogansi Purnama yang mengeluarkan ancaman di salah satu media online, bahwa akan mencabut Kartu Tanda Anggota (KTA) bagi pengurus yang mundur dari kepengurusan karena dituding tidak mendukung apa yang menjadi keputusan partai sejak lama.

"Harusnya Purnama melakukan pendekatan persuasif kepada pengurus hingga ke akar rumput, memberikan pemahaman dan merangkul mereka bukan mengancam mencabut KTA sebagai kader, saya rasa ini terlalu naif," ucapnya.

Menurutnya, para pengurus bukan tidak mau mendukung Purnama maju di Pilkada Muna, masalahnya, sejak dimandatkan sebagai Ketua DPC Gerindra Muna pada, 23 November 2023 lalu, Purnama sama sekali tidak pernah melakukan konsolidasi internal pengurus hingga ke akar rumput.

Bagikan