Berita Terkini
Kepton

Longsor SMAN 4 Sampolawa Sudah Ditangani

Oleh Nusma Nagara Muli · Jumat, 8 Agustus 2025 03:48 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Longsor SMAN 4 Sampolawa Sudah Ditangani
Proses pengerjaan talud longsor di SMAN 4 Sampolawa. (ist)

PUBLIKSATU - BATAUGA--Lima gedung SMA Negeri 4 Sampolawa di Dusun Buku, Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan Provinsi Sultra nyaris ambruk akibat longsor dan dihantam gelombang pasang beberapa waktu lalu sudah mendapatkan penanganan.

Lima gedung nyaris ambruk. Sisa tiga meter lagi. Jika tak ditangani dengan baik akan mengancam gedung dan aktivitas belajar mengajar terhenti.

Sempat mendapat kendala. Meski sudah ditinjau Pj Sekda Busel, Bupati Busel namun hingga kini belum ada penanganan serius. Meskipun diakui SMA merupakan kewenangan Pemprov Sultra namun Pemda Busel sudah melakukan pengusulan.

Proses pengerjaan talud sementara berlangsung. Untuk mengamankan lima gedung yang terancam ambruk di laut.

Sebelumnya, Kepala SMAN 4 Sampolawa, Rosmadi Singka S.Pd, menuturkan longsor paling parah terjadi, 13 Mei 2025. Kemudian diperparah lagi sekitar lima kali longsor susulan awal Juni ini. Kemudian diperparah lagi intensitas hujan yang begitu tinggi akhir-akhir ini.

"Dua hari terakhir ini tanggal 12 dan 13 Juni 2025 kembali longsor besar. Sisa tiga meter dari bibir tebing, lima gedung sudah tergantung di bibir tebing pantai. Sementara tanah masih terus bergerak rawan lima gedung sudah tak difungsikan karena rawan longsor. Siswa dan civitas akademik sudah dilarang mendekati bibir tebing," ujarnya saat ditemui di SMAN 4 Sampolawa.

Dikatakan, karena darurat tersebut, aktifitas belajar mengajar untuk sementara dihentikan. Sampai ada penanganan sehingga tidak mengkhawatirkan aktifitas belajar mengajar di lima gedung tersebut.

Lima gedung berdampak laboratorium kimia, WC siswa, perpustakaan, ruang UKS dan tiga Ruang Kelas Belajar (RKB). Panjang longsor sekitar 150 meter lebih dengan ketinggian 15 meter. Sedangkan di sisi kanan ada kali yang juga rawan longsor dengan panjang 75 meter.

Dikatakan, awalnya sekitar 20 meter dari bibir tebing. Namun karena abrasi pantai dan curah hujan tinggi longsor kembali terjadi tanah terus bergerak mengakibatkan longsor. Sekitar 20 meter dari pondasi gedung sudah abrasi. Menyisahkan tiga meter dari bibir pondasi gedung.

Parahnya lagi lanjut dia, di bawah tebing ada laut. Jika musim timur ombak besar, bagian diding tebing ikut tergerus akibat abrasi gelombang pasang.

Menurutnya, sudah diusulkan di Pemprov Sultra permohonan proposal pengajuan untuk pembuatan talud sekitar 2018 ke Balai wilayah sungai Sulawesi IV Sultra.Kemudian disusul tahun 2021 namun belum ada respon serius. Kemudian kali ini kembali proposal laporan kebencanaan diusulkan ke Bupati Busel melalui BPBD Busel ke Pemprov Sultra 14 Mei 2025 lalu. Namun belum ada respon ataupun tanggapan dari Pemprov Sultra.

Kalaksa BPBD Busel, Suharudin Singka membenarkan sudah berkali-kali longsor. Pihaknya sudah meninjau langsung lokasi SMAN 4 Sampolawa 13 Juni 2025. Menurutnya, penyebab utama akibat hidrometrologi gelombang pasang yang menghantam tebing sehingga menyebabkan abrasi pantai.

Bagikan