Baubau

Kasus ISPA Meningkat Tajam, HYF: Ada Puskesmas Tangani 100 Pasien per Hari

Oleh Redaksi · Rabu, 21 Oktober 2026 07:24 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Kasus ISPA Meningkat Tajam, HYF: Ada Puskesmas Tangani 100 Pasien per Hari
BERBAHAYA: Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE (HYF) dalam keterangan persnya Selasa (20/10/2026) mengungkapkan, kabut asap pekat tidak hanya mengganggu jarak pandang warga, tetapi juga telah mencapai tingkat yang berbahaya bagi kesehatan. (Foto: IST)

Kualitas Udara Memburuk Akibat Asap, Pemkot Baubau Alihkan Pembelajaran Siswa TK hingga SMP ke Daring

PUBLIKSATU.Pemerintah Kota Baubau resmi memberlakukan pembelajaran daring (online) bagi siswa jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai Selasa (20/10/2026). Kebijakan ini diambil menyusul penurunan kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah tersebut.

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE (HYF) dalam keterangan persnya Selasa (20/10/2026) mengungkapkan, kabut asap pekat tidak hanya mengganggu jarak pandang warga, tetapi juga telah mencapai tingkat yang berbahaya bagi kesehatan. Berdasarkan hasil uji kualitas udara oleh Dinas Kesehatan Kota Baubau per 19 Oktober 2026, konsentrasi partikel debu berada di angka 101 mikrogram per meter kubik, dengan titik tertinggi tercatat di kawasan Kelurahan Lowu-Lowu Kecamatan Lea-Lea yang menembus angka 114 mikrogram per meter kubik.

"Kondisi ini sudah merupakan keadaan yang tidak sehat untuk masyarakat. Setelah kita pantau di beberapa puskesmas, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat asap ini meningkat tajam, bahkan di satu puskesmas ada yang menangani hingga 100 pasien per hari," ujar Yusran.

Dijelaskan, guna menekan risiko kesehatan pada anak-anak, Pemkot Baubau memutuskan untuk meniadakan pembelajaran tatap muka sementara waktu. Kendati demikian, para siswa tidak diliburkan secara total, melainkan dialihkan mengikuti kegiatan belajar-mengajar dari rumah secara daring. Sementara itu, para tenaga pengajar (guru) tetap bertugas seperti biasa.

"Siswa dialihkan belajar daring dari rumah, bukan libur total. Kebijakan ini mencakup jenjang TK, SD, dan SMP di bawah kewenangan Pemkot Baubau. Untuk jenjang SMA/SMK, keputusannya berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi," jelasnya.

Terkait durasi kebijakan pembelajaran jarak jauh ini, orang nomor satu di Kota Baubau ini menyebut pihaknya akan terus mengevaluasi perkembangan kondisi lingkungan. Siswa akan kembali bersekolah secara normal apabila parameter kualitas udara dinyatakan telah membaik dan aman.

Dirilis akun FB Pemkot Baubau, Wali Kota Baubau mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun memicu kebakaran hutan. Selain itu juga warga diminta segera berkoordinasi dan melaporkan titik api kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar) agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin guna mencegah kabut asap makin meluas.(FBPB/iwn)

Bagikan