Takdir Pahlawan "Pasukan Merah" Baubau
Bagikan

Gugur Saat Bertugas Padamkan Karhutla
PUBLIKSATU.KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kota Baubau, makan korban. Takdir, salah seorang Kanit di Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Baubau tutup usia.
Kadis Damkar Kota Baubau, H Ali Hasan menerangkan, Takdir meninggal saat memadamkan api dibilangan Wantiro. Saat itu, ada rekannya yang membangunkannya karena diduga dalam kondisi tidur. Posisinya di kursi sopir armada Damkar.
Dibangunkan beberapa kali, tidak juga bangun. Setelah dicek, rupanya Takdir tidak bernyawa.
Dikutip dari laman FB Damkar Kota Baubau: Kelurga Besar Dinas Pemadam KebaKaran dan Penyelamatan Kota Baubau, Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya Saudara Kami TAKDIR. Semoga Amal Ibadahnya Diterima Yang Maha Kuasa dan Diampunkan Dosa Dosanyan Serta Ucapan Terima Kasih Sebesar Besarnya Atas Pengabdian Yang Tulus Kepada Masyarakat Kota Baubau Selama Lebih Dari 20 Thn Sebagai Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Izin Pamit, Tugas Telah Ditunaikan.
Hingga Selasa (20/10) malam, status tersebut disukai 2,4 rb, 578 komentar, dan 62 kali dibagikan.
Ditengarai almarhum kelelahan karena belakangan banyak Karhutla yang menimpa Baubau. Bahkan dalam sehari bisa sampai delapan kasus kebakaran yang ditangani.
"Wali kota, wakil wali kota, dan Sekda melayat ke rumah duka," ujar Ali Hasan.
Apakah Karhutla Kota Baubau mereda? Berdasarkan laman FB Damkar Kota Baubau, Selasa (20/10) dituliskan: Penanganan Kebakaran Lahan Lingkungan SMA 5 Kecamatan Bungi Kota Baubau, Lahan SMA 5 merupakan salah satu lolasi yang sering terjadi kebakaran. Tim investigasi akan mendalami ini.
Takdir tutup usia. Gugur saat menjalankan tugas. Almarhum tercatat sebagai salah satu Pahlawan Damkar "Pasukan Merah" Kota Baubau.(iwn)
