Pasarwajo Dialiri Air Bersih 24 Jam

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dalam waktu dekat, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Buton memberikan pelayanan air bersih pada masyarakat Pasarwajo dengan porsi 24 jam. Agar tujuan ini terealisasi, sebagai tahap sosialisasi pelayanan air bersih di Ibu Kota Kabupaten Buton itu, untuk sementara dibagi dalam tiga sesi.
Sesi pertama wilayah Kombeli, Takimpo, Laburunci, wagola dengan dengan waktu pelayanan pukul 04.00 Wita hingga 22.00 Wita. Lalu Pasarwajo, Wakoko, Saragi, Kambula-Mbulana, dan Banabungi dimulai Pukul 04.00 Wita hingga 24.00 Wita. Selanjutnya pelayanan Kondowa, Dongkala dan Holimombo Jaya dilakukan pelayanan 24 jam dari Grafitasi Takawa.
Dirut PDAM Buton, La Ode Sabaruddin mengatakan Pasarwajo sebagai daerah Ibu Kota, PDAM merasa bertanggungjawab secara maksimal dalam memberikan layanan air minum pada masyarakat.
"Ini kami lakukan secara bertahap, sambil mensosialisasikan pada masyakat sehingga pada akhirnya nanti setelah ini tersosialisasi, kami secara full time melakukan pelayanan 24 jam," katanya pada koran ini, ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Menurut Pria pengganti Sofyan Kaepa ini, jika langsung diberlakukan pelayanan 24 jam tanpa ada sosialisasi, ditakutkan pipa akan rusak atau meledak di tengah malam. Meledaknya dikarenakan, pada waktu itu (malam, red) masyarakat pasif atau sudah mematikan kran airnya sementara mesin pompa jalan terus.
"Selama ini pelayanan di Pasarwajo mulai disalurkan dari Pukul 05.00 Wita sampai Pukul 20.00 Wita. Setelah dilakukan evaluasi pelayanan di Ibu Kota perlu penambahan jam pelayaanan. Karena pertumbuhan penduduk semakin meningkat dan pelayanan pelanggan semakin bertambah," ungkapnya.
Program ini sesungguhnya merupakan program Bupati Buton dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat bisa mendapatkan layanan air bersih secara maksimal.
"Kedepan untuk memaksimalkan layanan air 24 jam ini, PDAM Buton membutuhkan pompa kapasitas 40 liter perdetik sebanyak 4 unit. Kita sudah mengusulkan pada Pemkab. Kami juga sudah komunikasi dengan Satker PKPAM Prov Sultra dan Satker Sumber Daya air Prov Sultra terkait dengan kebutuhan penambahan pompa melalui program pemeliharaan sarana layanan air minum melalui dana APBN," tutupnya. (mal)