Buton Deklarasi Pilkades Damai

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton, Polres Buton bersama Cakades menggelar Deklarasi Damai di Gedung Wakaka, Minggu 16 September 2018. Diketahui, ada 55 desa yang akan menggelar Pilkades serentak.
Kapolres Buton, AKBP Andi Herman Sik menjelaskan beberapa poin dalam deklarasi pakta integritas ini. Diantaranya siap kalah dan menang. Menurut Andi Herman, pemilihan kepala desa bukan dimenangkan secara pertarungan, melainkan melalui pemilihan.
"Jadi kalau saya istilahkan siap terpilih dan tidak terpilih," ujarnya di hadapan calon kepala desa.
Andi Herman mengharapkan, melalui deklarasi ini, apa yang telah diucapkan setiap calon ikhlas hingga di lubuk hati.
"Mudah-mudahan apa yang diucapkan, ikhlas di dalam hati," katanya.
Di tempat yang sama, Bupati Buton, La Bakry menjelaskan Pilkades serentak kali ini merupakan Pilkades pertama terbanyak pesertanya di banding sebelumnya. Terhitung lebih 50 persen desa menyelenggarakan Pilkades serentak kali ini.
Menurut La Bakry, ketidak puasan dan keberatan para calon itu ditimbulkan indikasi tak netralnya unsur penyelenggara Pilkades.
Olehnya itu, ia mengajak para calon dalam pemilihan ini untuk memastikan posisi netral pihak penyelenggara Pilkades.
"Kalau unsur penyelenggara netral terhadap semua calon, tidak ada yang nama orang tidak puas dan pasti akan puas apapun hasilnya. Oleh karena itu, seluruh para calon untuk memastikan penyelenggara itu pada posisi netral," ujarnya.
Selain itu, La Bakry menjelaskan terhadap calon terkadang setiap kandidat menyeret penyelenggara pemilihan agar keberpihakan berada di salah satu kandidat. Ini tidak dibenarkan.
Menurut La Bakry setiap calon harus mampu meyakinkan kelayakannya menjadi pemimpin desa kepada masyarakat.
"Yakinkan masyakat di desa itu saya layak di beri amanah," ujar La Bakry.
La Bakry mengimbau para calon untuk bersaing secara sehat, sesuai mekanisme, unsur pidana dalam pilkades ini telah diwanti-wanti. Jika ada ketik puasan beri bukti ke pihak berwajib.
"Tadi sudah di wanti-wanti soal unsur pidana. Biasanya orang tidak puas kasi buktinya kepada kepolisian jangan hanya katanya. Kalau hanya katanya sulit. Oleh karena itu bersaing secara sehat sesuai ketentuan," katanya.
La Bakry juga mengimbau, dalam minggu tenang ini para calon tidak membuat gelisah masyarakat. Mulailah saling menjaga antara sesama dari tingkat desa. Bila terpilih, kandidiat lain menerima dengan legowo. Setiap calon hanya berupaya. Allah yang menentukan.
(Po1)