Main Uang di Pilkades Buton, Langsung Dipidana

PUBLIKSATU, BUTON - Peringatan bagi para calon kepala desa (Cakades) di 55 desa Kabupaten Buton. Jika kedapatan membeli suara masyarakat, rananya tidak lagi melalui Panwas, melainkan langsung diproses pidana.
Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Buton, La Madi SSos menegaskan, penggunaan politik uang dalam Pilkades tidak diatur secara khusus dalam Peraturan Bupati (Perbup) Buton tentang Pilkades. Tapi jika ditemukan, maka langsung dilaporkan ke pihak berwajib dalam hal ini Polres Buton.
"Di dalam Perbup tidak ada, tapi dalam tindak pidana ada. Kalau ditemukan ada unsur money politik, langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian. Tidak perlu lagi diproses lewat Panwas," tegas La Madi ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/9).
Dalam deklarasi damai di Gedung Wakaka Pasarwajo, Minggu (16/9), jelas dia, ada tiga poin inti yang harus dipatuhi para Cakades. Pertama, harus siap terpilih atau tidak terpilih. Menang atau kalau tidak dijadikan soal.
Kedua, para Cakades dan pendukungnya siap menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat. Dan intinya yang ketiga adalah siap mengikuti pemilihan dengan tidak menggunakan politik uang.
"Jadi kalau ada money politik dia langsung tindak pidana, tidak melalui Panwas," tegasnya lagi.
Sebelumnya, Bupati Buton, La Bakry menyampaikan kepada para Cakades bahwa penyelenggara tidak boleh diinterfensi. Apalagi sampai diseret untuk mendukung salah satu kandidat, hal itu tidak dibenarkan. Ia menyampaikan ini karena terkadang kandidat calon menyeret penyelenggara pemilihan untuk berpihak dan mendukung salah satu kandidat.
Terlepas dari itu, para calon harus memiliki stategi dan harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa ia layak menjadi pemimpin desa. “Yakinkan masyarakat di desa itu, saya layak diberi amanah,” ujar La Bakry.
La Bakry mengimbau para Cakades untuk bersaing secara sehat, sesuai mekanisme. Unsur Pidana dalam Pilkades ini telah diwanti-wanti. Oleh karena itu, jika ada ketikpuasan, beri bukti kepada pihak berwajib.
“Tadi sudah diwanti-wanti soal unsur pidana. Biasanya orang tidak puas, kasi buktinya kepada kepolisian, jangan hanya katanya. Kalau hanya katanya, sulit. Oleh karena itu, bersaing secara sehat sesuai ketentuan,” katanya.
Dalam minggu tenang ini, para kandidat jangan membuat gelisah masyarakat. Mulailah saling menjaga antara sesama dari tingkat desa. Bila terpilih, kandidiat lain menerima dengan legowo. Setiap calon hanya berupaya, Allah yang menentukan. (man)