Pemda Buton Ringankan Beban Pasien Terindikasi Rubella, Butuh Dermawan Lainnya

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi beban orang tua SH (inisial), anak lima bulan yang yang terindikasi rubella di Desa Mega Bahari, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton. Diantaranya percepatan pembuatan BPJS.
"Saya kira tadi pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Buton itu tadi telah diuruskan dari pada BPJS. Jadi BPJSnya sudah keluar karena masih ada lagi biaya-biaya yang lain," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, H Sumardin Sip MKes kepada wartawan saat mengunjungi SH di Puskesmas Lasalimu Selatan, Kamis 20 September 2018.
Selain itu, Sumardin menjelaskan pihak kesehatan juga telah memberikan penanganan melalui Puskesmas. Baik pemeriksaan secara rutin maupun melalui penguatan kepada keluarga pasien. Pasalnya, keadaan pasien seperti ini dapat menghambat mata pencaharian orang tua korban.
Sumardin menjelaskan, berhubung sarana kesehatan di Kabupaten Buton belum bisa menangani pasien seperti ini. Maka pihak kesehatan memberikan rujukan ke rumah sakit setingkat lebih tinggi.
"Kemudian kita sudah melakukan pemeriksaan terus untuk melakukan pemantauan dan selanjutnya nanti untuk penanganan itu harus dirujuk pada rumah sakit satu tingkat lebih tinggi," ujarnya.
Dari rujukan ini, Sumardin mengharapkan pihak lain yang memiliki kondisi ekonomi berlebih untuk kiranya mengulurkan tangan agar meringankan beban orang tua SH. Pasalnya, berdasarkan perhitungan, biaya perawatan dan pengobatan itu bisa menelan anggaran sekitar Rp 100 juta.
"Siapa tau yang berkelebihan itu bisa menyisihkan sebagian dia punya penghasilan untuk membantu dari pada kasus rubela ini," harapnya.
Terlepas dari itu, Sumardin juga mengimbau masyarakat segera melakukan vaksin MR. Pasalnya, penyebaran virus rubella tidak dapat diprediksi.
"Langkah yang paling aman itu supaya segera menerima daripada imunisasi," imbaunya.
Ditempat yang sama, Camat Lasalimu Selatan, Jusmina Lanjaa menjelaskan dengan adanya indikasi rubella terhadap salah satu warganya, ia mengharapkan masyarakat mau divaksin rubella.
"Itu bisa juga memberi motivasi bagi masyarkat lain supaya jangan ada lagi kasus seperti ini," ujarnya saat mengunjungi SH.
Dalam kunjungannya itu, Jusmina juga memberikan sedikit bantuan. Pun demikian, itu tidaklah cukup. Butuh tambahan dana lagi dari dermawan lainnya.
"Mungkin teman-teman kita bisa galang dana karena ini memang keluarga yang tidak mampu. Terus dirujuknya itu harus di Makassar," ujarnya.(Po1)