Berita Terkini
Buton

Warga Lawele Keluhkan Jalan Rusak

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 21 September 2018 14:03 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Warga Lawele Keluhkan Jalan Rusak
Tampak jalan proros Desa Lawele dua bulan lalu saat ditanami pisang oleh masyarakat. Hingga kini kondisi jalan ini belum teraspal

PUBLIKSATU, BUTON - Warga Lawele, Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton keluhkan jalanan rusak di daerah tersebut. Pasalnya, sudah 20 tahun lagih jalan tersebut belum dilakukan pengaspalan dan perbaikan.

Salah seorang warga Lawele Munir pada koran ini mengungkapkan, sudah kurang lebih 20 tahun masyarakat Lawele menanggung derita butiran demu yang menyesakan di dada dan tenggorokan. Tidak tahu ulah siapa dan mau mengadu dimana terkait rusaknya jalan itu.

"Ibarat kita hidup di dalam lumbung padi, namun semua masyarakat mati kelaparan karena tidak ada yang mau membukakan pintu gembok gudang. Begitu pula yang terjadi, padahal untuk hamparan aspal banyak diproduksi dari Buton, namun kami masyarakat tidak mendapatkan kemulusan jalan apapun," tandasnya.

Sambungnya, menangis rasanya diri ketika kadang duduk termenung menyaksikan daerah yang diasingkan. Mengapa tidak, sejak kecil hingga dewasa, bahkan sampai ada yang sudah tua, masyarakat Lawele belum menikmati jalan yang sedikit mulus.

"Sehingga kiranya pemerintah daerah bisa mempercepat dan melihat langsung di lokasi jalan di Lawele. Bahkan jalan ini dari depan kantor Desa Lawele sampai dengan Desa Benteng yang jaraknya kurang lebih tiga kiloan belum dirasakan pemerataan kebijakan pemerintah daerah," bebernya sambil memandangkan pandangan ke langit seraya berdoa.

Tambah Munir, untuk itu kiranya semua pihak agar bisa melihat dan mendengar keluhan seluruh masyarakat Lawele. Khususnya untuk semua perangkat atau unsur Pemerintah Kabupaten Buton, sehingga jalan poros Lawele bisa dinikmati bersama baik pengguna jalan maupun masyarakat.

"Pernah kami menanam pohon pisang di tengah jalan, namun sampai berbuah pun belum ada tanda-tanda kejelasan untuk pembuatan jalan aspal yang kami harapkan. Untuk itu, kami meminta untuk para pemimpin dan pengayom masyarakat kecil yang tidak tahu apa-apa untuk dituntun agar merasakan indahnya dan enaknya berjalan di hamparan aspal hasil karunia tuhan yang dititipkan di Pulau Buton," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Camat Lasalimu La Simon BSW mengungkapkan, jalan poros Lawele yang mengalami kerusakan tersebut berstatus jalan provinsi yang panjangnya kurang lebih tiga kili meter. Meski berstatus jalan provinsi, kata dia, tahun ini daerah sudah menganggarkan sebesar Rp 3 miliar untuk perbaikan jalan itu.

"Untuk perbaikan jalan di Desa Lawele dan Desa Benteng, itu sudah ada anggarannya sebesar 3 miliar dan akan dipergunakan untuk perbaikan jalan untuk memperlancar akses jalan yang ada di Desa Lawele dan Desa Benteng di Kecamatan Lasalimu," jelasnya, via telepon selulernya semalam.

Dengan akan diadakan pengaspalan jalan di Desa Lawele dan Desa Benteng, pihaknya berharap dipercepat dalam anggaran perubahan tahun ini. "Apalagi kan, jalan ini merupakan jalan provinsi dan masyarakat bisa menikmati jalan aspal yang selama ini paling didambakan," tukasnya. (m4)

Bagikan