Buton Gelar Deklarasi Kampanye Damai

PUBLIKSATU, BUTON - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buton menggelar tatap muka persiapan pemilihan umum 2019 tingkat Kabupaten Buton di halaman kantor KPU Buton, Minggu 23 September 2018, Sekira pukul 10.40 Wita. Tujuannya untuk mendeklarasikan kampanye damai Indonesia melawan hoaks, politisasi SARA dan politik uang.
Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan peresmian rumah pintar Pemilu Kabupaten Buton, Oputa Yi Koo.
Acara ini dihadiri langsung Bupati Buton, La Bakry. Kapolres Buton, AKBP Andi Herman, Sik. Pabung Buton, Mayor Inf, Gidion Skoda dan Ketua Bawaslu Kabupaten Buton, Maman.
Dalam kesempatan ini, Ketua KPU Kabuten Buton, Burhan menjelaskan dalam rangka pelaksanan tahapan kampanye pertama pemilu 2019, KPU RI mengeluarkan surat edaran 1031 tentang yang berkewajiban melakukan deklarasi kampanye damai dalam Pemilu ini hanya tingkat Provinsi saja.
Kendati demikian, KPU Buton ikut melakukan deklarasi damai di tingkat Kabupaten Buton. Menurut Burhan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan percepatan pemekaran Provinsi Kepton.
Dengan adanya deklarasi ini, menurut Burhan jika hari ini ada 35 Provinsi menggelar deklarasi damai, dengan adanya deklarasi ini, penggelaran deklarasi seluruh Indonesia menjadi 36.
"Mudah-mudahan ini pertanda kita menjadi daerah ke-36 atau Provinsi Kepton secepatnya," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Buton, La Bakry yang juga Ketua Partai Golkar Kabupaten Buton saat yang membuka dengan resmi deklarasi, mengharapkan deklarasi ini tetap dipertahankan hingga terbentuknya Provinsi Kepton.
"Mudah-mudahan semangat ini menular terus sampai terbentuknya Provinsi Kepulauan Buton," katanya.
La Bakry menjelaskan untuk mewujudkan itu, diharapkan peserta Pemilu dapat mensosialisasikan hal itu kepada masyarakat. Terlebih, kata La Bakry dalam pemilihan ini nantinya masyarakat dihadapkan dengan pengalaman baru, yakni pada saat pemilihan, masyarakat mendapatkan lima paket pilihan saat memilih.
Usai sambutannya, La Bakry di berikan kesempatan melakukan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti tanda peresmian rumah pintar Pemilu, KPU Kabupaten Buton.
Ditempat yang sama, Kapolres Buton, AKBP Andi Herman Sik mengapresiasi gebrakan KPU dalam menggelar deklarasi damai. Pasalnya, KPU RI tidak memberikan arahan tingkat Kabupaten menggelar deklarasi damai.
Andi Herman menjelaskan sukses tidaknya Pemilu dapat dilihat dari partisipasi pemilih serta bagaimana pelaksaan Pemilu itu berakhir damai, aman dan kondusif.
"Sukses atau tidaknya pemilu, sala satu kriterianya adalah partisipasi pemilih. Kemudian yang kedua bagaimana pelaksanaan Pemilu tersebut berakhir dengan damai, aman dan kondusif," ujarnya. (po1)