Minat Baca Warga Sultra Masih Minim, Ini Penyebabnya
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Plt Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir Hj Wa Gola menyebutkan minat baca masyarakat di Sultra masih minim.
Penyebabnya beragam. Diantaranya, sarana dan prasarana perpustakaan, ketersediaan buku serta jarak tinggal warga dan perpustakaan yang cukup jauh.
"Menurunnya minat baca di Sultra, karena pertama sarana dan prasarana yang kurang, koleksi buku-buku, jarak antara sumber bacaan dengan masyarakat sangat sulit," terang Wa Gola kepada wartawan usai acara road show pembudayaan kegemaran membaca, di gedung Wakaka, Kabupaten Buton, Selasa 25 September 2018.
Dari itu, Wa Gola menjelaskan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, pihak Perpustakaan Sultra melakukan berbagai upaya. Diantaranya pembentukan Perpustakaan Desa, bantuan buku dan perpustakaan keliling. Untuk 100 hari kerja di target 25 titik dua kali kunjungan.
"Untuk itu kita lakukan upaya namanya perpustakaan bergerak, kita yang keluar untuk membawakan buku bacaan kepada masyarakat. Untuk program seratus hari saya targetkan 25 titik dengan dua kali kunjungan," ujaranya.
Di tempat yang sama, Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional RI, Samsul Bahri menjelaskan, minat baca di seluruh Indonesia sekira 36,47 persen.
Menurut dia, ini disebabkan minimnya buku dan sarana dan prasarana perpustakaan yang belum terkelola dengan baik.
"Kurangnya minat membaca itu dikarenakan kurangnya buku-buku bacaan dan sarana prasarana yang belum memadai," kata Samsul.
Selain itu, kendala lainnya disebabkan kurangnya sumber daya manusia (SDM) pengelola perpustakaan.
Untuk itu, Samsul menjelaskan, pihak Perpusna RI menggelontorkan dana alokasi khusus (DAK) Indonesia. Tahun ini, kata dia baru sekira 300 kabupaten/kota seluruh Indonesia yang mendapatkan dana tersebut.
"Kalo Perpustakaan Nasional itu sudah sekitar 10 tahun terakhir ini sudah membantu walaupun masih stimulan. Kita telah mengadakan mobil keliling di hampir semua kabupaten/kota, bahkan hampir sudah ada yang mau dapat dua unit, juga ada DAK untuk perpustakaan kabupaten/kota, tapi tahun ini belum semua, baru sekitar 300 kabupaten kota yang dapat," ujarnya.(Po1)