Biaya Kuliah USN Kolaka Termurah di Indonesia
Bagikan

PUBLIKSATU, OLAKA – Sejak Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka resmi menyandang status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2014 silam, hingga kini ketetapan mengenai nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) belum pernah dirubah oleh pihak universitas.
Belum dilakukannya revisi atas besaran UKT tersebut didasari pada berbagai pertimbangan, yang salah satunya menyangkut kondisi perekonomian masyarakat dan faktor lainnya. Hal tersebut dikemukakan Rektor USN Kolaka, Dr Azhari dalam konferensi pers yang digelar di ruang rapat rektorat, kampus USN Kolaka, Selasa (25/9).
Secara umum Azhari menguraikan besaran UKT bagi tiap mahasiswa dipilah berdasarkan penilaian tingkat kemampuan orang tua/wali mahasiswa ke dalam 5 kategori. Kategori 1 Rp 500.000, kategori 2 Rp 750.000, kategori 3 Rp 1 juta, kategori 4 Rp 1.250.000, dan kategori 5 antara Rp 2.000.000 – Rp 2.250.000.
“Kita belum melakukan perubahan hingga sekarang, dari sebelumnya saat USN masih berstatus swasta di bawah yayasan SPP (sumbangan partisipasi pendidikan) kita sampai Rp 1,5 juta, pada saat negeri mahasiswa eks yayasan kami putuskan membayar SPP Rp 1 juta per semester,” jelas Azhari.
Dengan fakta tersebut, Azhari menyatakan bahwa besaran nominal SPP pada USN Kolaka merupakan yang terendah dari semua perguruan tinggi negeri, termasuk PTNB (perguruan tinggi negeri baru) di Indonesia. Karena itu, Azhari pun mengaku heran dengan adanya keluhan beberapa pihak mengenai tingginya biaya kuliah di USN Kolaka.
“Asal tahu saja, tiap tahun semua PTN diminta untuk mengajukan perubahan UKT, tapi alhamdulilah kita di USN tetap mempertahankan diri sebagai tempat orang-orang yang tidak mampu untuk (membiayai) kuliah. Bahkan dalam kurun waktu dua tahun ini kita juga diberi kewenangan untuk memungut uang pangkal terutama kepada mahasiswa yang lolos melalui seleksi mandiri, yang sebelumnya tidak terakomodir melalui SNPTN maupun SBNPTN. Itu berlaku di seluruh Indonesia, tapi di USN tidak berlakukan itu,” ungkapnya.
Bila masih ada keluhan mengenai besaran UKT di USN, Azhari memastikan hal itu lebih disebabkan informasi yang tidak sampai, atau mereka tidak mau paham. Karena itu, Azhari pun menantang semua mahasiswa atau orang tua mereka untuk mencari informasi, dimana ada PTN yang semurah USN Kolaka.
“Sekarang ini di Universitas Haluoleo, UGM, Unhas atau universitas lainnya di Indonesia tidak kita lihat lagi SPP dua jutaan pasti di atas itu, ditambah lagi uang pangkal yang rata-rata sudah sangat tinggi. Tapi kita (USN) tetap diangka itu, padahal pembiayaan dipendidikan tinggi itu sumber utamanya dari PNBP (penerimaan negara bukan pajak) yang berasal dari SPP mahasiswa,” tambahnya.
Selain menyinggung UKT, pada kesempatan tersebut Azhari juga sekaligus menjawab keluhan beberapa pihak terkait jumlah peserta program Bidikmisi pada USN Kolaka yang tahun ini berjumlah 765 orang, dan terbagi pada SBMPTN sebanyak 459 SNMPTN sebanyak 306 orang.
Jumlah peserta Bidikmisi tersebut kata Azhari, ditentukan oleh pihak sekolah asal mahasiswa yang sejak awal sudah harus mendaftarkan siswanya melalui sistem aplikasi yang telah disiapkan oleh Kemenristek Dikti.
“Itu hasil dari pusat, kami tidak bisa utak atik itu. Salahnya juga pihak sekolah, kenapa tidak mendorong siswanya yang tidak mampu untuk mendaftarkan diri, atau bisa juga salah kita bersama karena tidak memberitahukan itu,” pungkasnya. (p12)