Tembus 9 Ton Per Hektare, Budidaya Jagung di Muna Kini Jadi "Tambang Emas' Baru"

PUBLIKSATU, RAHA – Program Perluasan Area Tanam (PAT) yang digagas duet kepemimpinan Bupati Muna, H. Bachrun, dan Wakil Bupati, Asrafil, sukses menyulap lahan tidur menjadi mesin uang bagi masyarakat.
Hanya dalam waktu kurang dari dua bulan (Februari – April 2026), para petani di Kecamatan Kabawo dilaporkan telah meraup pendapatan fantastis menembus angka Rp500 juta lebih.
Berdasarkan data Perum BULOG Cabang Raha, perputaran uang tersebut berasal dari serapan hasil panen yang mencapai lebih dari 100 ton jagung. Momentum ini dirayakan melalui panen raya di lahan seluas 4,5 hektare di perbatasan Desa Bente dan Desa Rangka, Sabtu 4/4/2026
Produktivitas Meningkat itu Berkat manajemen hulu-hilir yang tepat, hasil panen melonjak dari rata-rata 4-6 ton menjadi 9 ton pipilan basah per hektare.
Selain itu Jaminan Pasar datang dari BULOG. Dimana BULOG bertindak sebagai penjamin utama (off-taker) yang memastikan hasil keringat petani langsung terserap menjadi uang tunai.
Bupati Muna, H. Bachrun, menegaskan bahwa budidaya jagung adalah solusi paling rasional untuk meningkatkan taraf hidup warga di tengah keterbatasan anggaran daerah.
"Kemandirian finansial kita berakar kuat pada tanah yang kita pijak. Saya yakin jagung adalah jawaban konkret untuk melipatgandakan kesejahteraan masyarakat," ujar Bachrun.
Menutup arahannya, Bachrun juga mengingatkan para petani untuk tetap bersyukur dan menunaikan kewajiban sosial.
Ia mengimbau warga menyisihkan 2,5% hasil panen untuk zakat sebagai bentuk syukur agar tanah "Bumi Sowite" senantiasa diberkahi dan subur untuk generasi mendatang. (Anuardin)