Berita Terkini
Sultra

Petani Bahagia, Jagung Kuning Bakal Jadi "Tambang Emas" Di Muna, Sekali Panen Capai Ratusan Juta

Oleh Anuardin · Jumat, 27 Maret 2026 02:21 WIB · 2 menit baca
Petani Bahagia, Jagung Kuning Bakal Jadi "Tambang Emas" Di Muna, Sekali Panen Capai Ratusan Juta
Ketgam : Bupati Muna H Bachrun Panen Jagung di Desa Komba Komba. ( (Foto: Anuardin))

PUBLIKSATU, RAHA — Pemerintah Kabupaten Muna terus memacu masyarakat untuk mengoptimalkan lahan tidur dengan budidaya jagung kuning. Komoditas ini terbukti menjadi "tambang emas" baru yang mampu mendongkrak kesejahteraan petani di Bumi Shantiwutone.

​Keberhasilan ini mulai dirasakan nyata oleh para petani. Dengan produktivitas tinggi, setiap hektar lahan mampu menghasilkan pendapatan puluhan hingga ratusan juta rupiah per siklus panen.

Kehadiran Bulog sebagai penjamin pasar dengan harga beli Rp5.500 hingga Rp6.400 per kilogram (tergantung kadar air) semakin memberikan rasa aman bagi petani.

​Seorang petani di Kecamatan Kabawo memberikan gambaran keuntungan yang menggiurkan.

"Jika satu hektar menghasilkan 5–7 ton dengan harga Rp5.500/kg, totalnya mencapai Rp27 juta lebih. Lahan saya 5 hektar, jadi bisa dapat Rp137 juta sekali panen. Dalam setahun, kita bisa panen 3–4 kali," ungkapnya.

​Antusiasme ini terlihat dari padatnya jadwal Bupati Muna, H. Bachrun, yang kerap diundang melakukan panen raya. Teranyar, pada Rabu 25/3/2026, Bupati beserta jajaran OPD menghadiri panen sekaligus penanaman di lahan seluas 51 hektar di Desa Komba-Komba, Kecamatan Kabangka.

​"Potensi terbesar Kabupaten Muna adalah pertanian. Pemerintah melalui dinas terkait dan penyuluh lapangan siap memfasilitasi kebutuhan petani. Tinggal kemauan kita untuk bergerak. Jika ingin sejahtera, tanamlah jagung," tegas Bupati Bachrun.

​Kepala Dinas Pertanian Muna, Anwar Agigi, menambahkan bahwa Perluasan Areal Tanam (PAT) merupakan program prioritas daerah.

"Tahun ini target kita 200 hektar lahan baru. Di Desa Komba-Komba saja, penanaman 11 kg benih sudah mampu menghasilkan 11 ton jagung pipilan basah," Pungkasnya (Anuardin)