Berita Terkini
Buton

Lagi, Anak Enam Tahun di Buton Terinfeksi Virus Rubella

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 10 Oktober 2018 03:48 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Lagi, Anak Enam Tahun di Buton Terinfeksi Virus Rubella
Vaksin Measles Rubella

PUBLIKSATU, BUTON - Satu lagi anak umur enam tahun terserang virus rubella. Namun identitas jelasnya belum mau diungkap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton. Yang pasti, penderita beralamat di Kelurahan Kambula-mbulana, Kecamatan Pasarwajo.

Kasi Imunisasi dan Surveilans Epidemologi Dinkes Kabupaten Buton, Siti Jumariah Hafid mengatakan, untuk memastikan anak tersebut terserang virus rubella atau bukan, pihaknya sudah melakukan uji sampel di Surabaya, Jawa Timur, Juni 2018 lalu. Dan hasilnya positif rubella.

"Juni lalu ada sampel yang kami temukan di rumah sakit atas pemeriksaan dokter ahli anak, Pak Hayun. Sampel itu kemudian kami kirim ke Surabaya. Dan hasilnya positif terkena rubella," ungkapnya di ruang kerjanya, Selasa (9/10).

Kendati demikian, anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SD itu, kini telah mendapat penanganan serius dari dokter. Vaksin pun sudah diberikan agar penyakit yang diderita segera hilang sepenuhnya.

Siti Jumariah Hafid mengungkapkan, di Kabupaten Buton khususnya wilayah Pasarwajo diduga tedapat sejumlah anak yang terinfeksi virus rubella. Hanya saja belum diketahui masyarakat luas. Sebab, kebanyakan hanya menganggap sebagai deman biasa padahal merupakan salah satu ciri serangan virus rubella.

"Di Pasarwajo ini sudah ada, tinggal tunggu bumingnya saja untuk kemudian kita tingkatkan kasus itu atau KLB (kasus luar biasa)," katanya.

Belajar kasus rubella yang telah terjadi, dia berharap masyarakat Kabupaten Buton segera membawa anak-anaknya untuk di vaksin. Sebab jika kampanye pemberian vaksin campak dan rubella berakhir Oktober 2018 ini, maka untuk mendapatkan vaksin selanjutnya sudah harus berbayar.

"Setelah masa kampanye pemberian vaksin campak dan rubella berakhir, maka tidak lagi yang menjadi sasaran Dinas Kesehatan. Kita hanya akan kembali mencari sasaran rutin yaitu setiap 9 bulan, 24 bulan, saat anak duduk di kelas 1 SD," tandasnya. (man)

Bagikan