ARF: Kepton Pilar Pembangunan Sultra
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Kepulauan Buton (Kepton) merupakan salah satu pilar pendukung pembangunan bagi Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini mengingat Kepton sangat penting untuk mendorong percepatan pembangunan daerah di wilayah Sultra pada umumnya. Sehingga Kepton harus dimaknai bukan hanya persoalan perjuangan, tetapi harus mampu diwujudkan menjadi sebuah daerah otonomi baru, yakni Provinsi Kepton.
"Jika melihat pembangunan Sultra kedepannya, salah satu pilarnya adalah Kepton. Karena Kepton adalah merupakan salah satu pilar pendukung. Meski adanya kecukupan mengenai Infrastruktur pembangunan ekonomi," kata Abdul Rahman Farisi SE MSE.
Pria yang biasa disapa ARF ini mengatakan, saat ini dengan terpilihnya Ali Mazi sebagai Gubernur Sultra, dan nantinya jika dirinya terpilih sebagai Anggota DPD RI, pihaknya berjanji akan fokus dan serius mendorong pembangunan infrastuktur di wilayah Kepton.
"Pertama adalah mengenai Bandara, ke depannya akan lebih ditingkatkan, bukan hanya bersifat ATR. Penunjang yang kedua adalah, dengan membangun pelabuhan dan industri perikanan yang terbesar di kawasan timur Indonesia yakni di wilayah Kepton," paparnya.
Menurut ARF, pelabuhan dan industri perikanan terbesar di kawasan timur Indonesia tinggal melihat wilayah yang lebih potensial. Apakah itu di Kota Baubau, Buton, Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng). "Pertanyaannya, mengapa pelabuhan dan industri perikanan harus ditempatkan di wilayah Kepton? Karena hanya nelayan di Kepton yang cukup tangguh dari sisi SDM maupun fisik," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, tinggal penekanan pada pembangunan infrastuktur pendukung, baik itu berupa penyediaan kapal nelayan, seperti kapal tangkap dan fasilitas lainnya.
" Untuk itu, mari kita bersama mendorong Kepton menjadi salah satu pusat pelabuhan dan industri terbesar di Kepton. Apalagi Gubernur Sultra, H Ali Mazi, adalah salah satu putra Kepton, sudah tentu akan membangun karya monumental di sana," yakinnya.
Dikatakan ARF, seperti Wakatobi yang obyek wisatanya sudah dikenal serta buming sampai ke mancanegara. Hal ini juga diperlukan pembangunan infrastruktur yang mendukung yang tidak lain adalah pembangunan industri perikanan.
"Jika bisa melakukan pembangunan tersebut, maka semangat Kepton pada satu sisi dan mimpi Provinsi Kepton akan bisa berjalan. Tetapi jangan juga dilupakan, bahwa dalam waktu jangka pendek, kita bisa membangun infrastruktur perekonomian yang merupakan keunggulan Kepton dapat didahulukan," bebernya.
Jangan sampai hanya memandang perjuangan provinsinya, tetapi lupa untuk mengisi perjuangan, terutama memposisikan Kepton dan daerah disekitarnya sebagai salah satu pilar pembangunan Sultra. "Dimana, jika suatu saat Provinsi Kepton sudah berdiri sendiri, maka pilar tersebut sudah kokoh. Dimana pilar pendukung tersebut adalah Kendari, Kota Baubau, Kolaka dan Muna," sambungnya.
Dengan keempat pilar di atas sebagai faktor pembentuk Kepton, seperti Muna dengan mendorong SDM, Kota Baubau di bidang perikanan, Kendari dan Kolaka yang lebih ditonjolkan mengenai sisi pertanian, perkerbunan dan tambang.
"Jadi untuk membangun pilar-pilar ini, meski adanya pembangunan. tentunya tidak hanya mengandalkan kemampuan APBD Provinsi saja atau kabupaten/kota. Mesti adanya sentuhan, dukungan dan keberpihakan dari pusat," tandasnya.
Oleh karena itu ARF mengajak semua elemen masyarakat untuk saling mensuport dan berdiri bersama sebagai calon anggota DPR-RI, yang siap all out untuk memperjuangkan dan mendukung Kepton jika ia lolos ke senayan. (m4)