Sultra

Prajurit 725 Woroagi Jaga Perbatasan RI dan Papua Nugini

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 9 November 2018 17:52 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Prajurit 725 Woroagi Jaga Perbatasan RI dan Papua Nugini

PUBLIKSATU, KENDARI - Batalyon 725 Woroagi tampak gagah perkasa. Senapan serbu otomatis dan bayonet tak pernah lepas dari tubuh tegap prajurit. 450 prajurit Yonif 725 Woroagi berkumpul di Pelabuhan Nusantara, Kendari, Kamis (8/11).

Ditengah gerimis hujan, mereka bergeming dari tempat upacara pelepasan prajurit yang akan bertugas menjaga NKRI di ujung timur Indonesia. Sembari menunggu upacara resmi, para prajurit memanfaatkan waktu luang bercengkrama dengan istri dan anak-anaknya. Mereka akan berpisah selama sembilan bulan.

Rasa bangga terpancar dari wajah istri prajurit. Kebanggaan itu terselip direlung hati dan tak sempat terungkap dengan kata-kata. Rona gembira sekaligus sedih melepas sang suami bertugas menjaga NKRI di batas negara RI dan Papua Nugini.

Pagi kemarin, terlihat salah seorang prajurit menyambut pelukan sang putri. Pelukan itu hangat sang ayah cukup menenangkan kegundahan bocah yang bakal ditinggal bertugas. Senyum polos pun tersungging dari sang putri. Di bibir pelabuhan, KRI Teluk Parigi 539 siap mengangkut dan membawa ratusan prajurit 725 bertugas sebagai Satgas pengamanan perbatasan (Pamtas). Sore kemarin, ratusan prajurit yang dipimpin Komandan Batalyon Infanteri 725 Woroagi, Letkol Inf Hendri Ginting itu bertolak menuju Papua.

Gubernur Sultra, Ali Mazi meminta semua prajurit 725 Woroagi agar dalam bertugas untuk memantapkan koordinasi dan menjaga kekompakan.

Ali Mazi mengingatkan perlunya mengambil keputusan yang baik di lapangan. Tentunya dengan saling menjaga komunikasi. Papua merupakan salah satu wilayah yang rentan dengan konflik sehingga penting jika mengutamakan langkah proporsional dalam menyelesaikan masalah.

“Kehadiran satuan tugas ini adalah bagian dalam upaya kita menjaga keamanan negara. Berbagai pembekalan yang telah diberikan dapat menjadi pedoman. Selamat bertugas,”kata Gubernur Ali Mazi saat menjadi inspektur upacara pelapasan Satgas Pamtas, Kamis (8/11).

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 725 Woroagi, Letkol Hendri Ginting mengatakan, prajurit Satgas Pamtas ini adalah prajurit terlatih. Mereka sudah mendapat pembekalan dan latihan. Di Papua nanti, 450 prajurit akan bertugas di 17 pos di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Keerom. “Para prajurit akan tiba pada tanggal 16 November. Kami di sana kami akan bertugas di perbatasan, sesuai dengan tugas dan fungsi TNI,” ujarnya. (ade/c)

Bagikan