Singgung Infrastruktur, Bupati Kolaka "Cecar" Dinas PUPR
Bagikan

PUBLIKSATU, KOLAKA - Bupati Kolaka, Ahmad Safei mencecar sengit jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam rapat kerja yang mengagendakan pemaparan Rencana Strategis (Renstra) SKPD 2019-2021, Sabtu (10/11) lalu.
Di hadapan ratusan pejabat dari SKPD lain yang menunggu giliran memaparkan program strategis mereka, Kadis PUPR, Dwi Dharma serta jajaran eselon III dan IV lainnya hanya bisa terdiam saat dicecar berbagai pertanyaan, khususnya menyangkut infrastruktur.
Bupati yang didampingi Sekab Kolaka, Poitu Murtopo, Asisten II, dan sekretaris Inspektorat, mencecar Dwi Dharma serta para kepala bidangnya dengan berbagai masalah infrastruktur, khususnya jalan dan drainase.
Khusus masalah jalan, Safei yang Januari 2019 mendatang kembali dilantik untuk periode kedua sebagai bupati Kolaka, "mengungkit" program 2 Km jalan beraspal per kecamatan per tahun.
"Kita tidak tahu bagaimana program kegiatan itu, banyak yang sudah direncanakan tapi sampai sekarang tidak terealisasi khususnya program 2 kilometer per kecamatan per tahun, banyak tidak tuntas karena tidak fokus," tegas Safei dengan nada tinggi.
Menyangkut pembangunan drainase dalam beberapa wilayah di Kabupaten Kolaka ,Safei menyebut proyek tersebut umumnya "asal jadi" tanpa memperhitungkan kontur tanah dan perkiraan volume air saat hujan. Akibatnya, drainase yang telah dibangun tidak berdampak apa-apa dalam pengendalian banjir atau genangan air di beberapa kawasan.
Mendengar pernyataan bupati, Dwi Dharma beserta para kepala bidangnya hanya bisa tertunduk, tanpa bisa memberikan penjelasan apa-apa.
Selain Dinas PUPR, dihari yang sama bupati juga mencecar Renstra pada SKPD lain seperti Dinas Perhubungan, dan pemukiman, Dinas Kesehatan, dan SKPD lainnya.
Seakan tidak mau "kecolongan" dengan berbagai program kerja SKPD yang tidak inovatif dan asal jadi, bupati pun rela begadang hingga dini hari.
Melihat sikap keras dan ketelitian bupati, beberapa pimpinan SKPD yang ditemui sebelum mendapat giliran pemaparan, mengaku cukup tegang. Pasalnya, dalam rapat tersebut, selain menyoroti program kerja, visi dan misi serta inovasi perangkat daerah, bupati juga sesekali mengevaluasi capaian program kerja mereka.
Sedianya pembahasan Renstra SKPD berlangsung hingga Sabtu lalu, namun alotnya rapat menyebabkan pembahasan dilakukan hingga Minggu malam (11/11). (m6)