Berita Terkini
Buteng

Perkerasan Jalan Lombe-Tolandona Tuntas, Pekan Ini Diaspal Hotmix

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 15 November 2018 14:29 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Perkerasan Jalan Lombe-Tolandona Tuntas, Pekan Ini Diaspal Hotmix
Bupati Buteng H Samahuddin saat meninjau kesiapan pengasapalan jalan Lombe-Tolandona di titik nol simpangan depan Rujab Camat Gu,

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin menilai perkerasan jalan poros Lombe-Tolandona sudah tuntas dan tinggal dilakukan pengaspalan Hotmix paling cepat pekan ini. Sejumlah alat berat untuk pengaspalan sudah disiagakan di titik nol simpangan depan Rujab Camat Gu.

"Setelah saya tinjau hari ini dari Desa Kamama sampai di titik nol simpangan Lombe ini, sudah cukup bagus dan memuaskan buat saya pemadatannya. Tinggal dilakukan penyiraman terus sampai diaspal paling cepat Sabtu ini atau Senin pekan depan," ungkap Samahuddin kepada sejumlah media di Lombe, Rabu (14/11) sore.

Tahapan pra pengaspalan Hotmix sendiri, kata dia, sudah dilakukan mulai dari lapisan satu dua, pembentukan badan jalan, penghamparan, hingga pemadatan. Setelah itu dilakukan pengaspalan hotmix dengan perlakukan khusus.

"Jalan poros Lombe-Tolandona ini kita sudah perlebar rata-rata 10 meter. Namun untuk pengaspalan hotmixnya lima meter dulu ditengahnya, karena kita kejar panjangnya supaya tidak banyak masyarakat yang merasakan debu. Nanti kita tambah lagi lebarnya kiri kanan masing-masing 1,5 meter, sehingga aspalnya nanti bisa delapan meter. sisanya yang dua meter kiri kanan badan jalan, disiapkan untuk trotoar bagi pejalan kaki," jelasnya.

Dengan mengejar panjang tersebut, ia memperkirakan pengaspalan hotmixnya hanya sampai di Desa Kamama saja. Untuk sampai tuntas ke Tolandona, akan dianggarkan lagi 2019. "Setelah aspalnya terhotmix selebar lima meter tersebut sampai ke Tolandona, baru kita tambah lagi lebarnya sampai delapan meter dengan menyesuaikan kemampuan anggaran," tandasnya.

Pasangan La Ntau ini menuturkan, pengasapalan jalan poros Lombe-Tolandona sepanjang 18 KM rencana awalnya menggunakan aspal spesifikasi ready mix asphalt (RMA) dengan lebar rata-rata enam meter. Dari hasil kalkulasi tersebut, dihitung menghabiskan anggaran Rp 36 miliar.

Setelah dirinya mempertimbangkannya lagi, jenis aspal RMA tersebut hanya bisa bertahan satu sampai dua tahun sudah rusak dan akhirnya dianggarkan lagi untuk perawatan atau perbaikannya. "Lebih baik kita aspal Hotmix saja. Memang mahal di awal pengaspalannya, tapi kita menang di lama pemakaiannya," tukasnya.

Akhirnya, dirinya memutuskan untuk diaspal Hotmix saja dan supaya tidak tanggung-tanggung lebar jalan pun ditambah 10 meter dari perencanaan awal hanya enam meter saja. Sehingga dengan perubahan tersebut, pengaspalan dengan anggaran Rp 36 miliar tidak sampai lagi ke Tolandona dan hanya mentok di Desa Kamama.(uzi)

Bagikan