Djudul Jabat Kepala Kesbangpol Sultra
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Gubernur Sultra H Ali Mazi SH, mulai merombak struktur di lingkup Pemerintah Porvinsi (Pemprov) Sultra. Sedikitnya sebanyak lima jabatan pimpinan pratama atau eselon II yang dilantik di Gedung Rapat Kantor Gubernur Sultra, Jumat (7/11).
Pelantikan sejumlah pejabat tersebut Sesuai SK Gubernus Nomor 821.22/4542 tanggal 1 Oktober 2018, mengenai usul Pengisian/Rotasi JPT Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.
Lima pejabat yang dilantik tersebut yakni, Dr Hj Nur Endang Abbas SE Msi, yang sebelumnya menjabat kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sultra menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Seprov Sultra mengantikan La Ode Andi Pili yang sudah pensiun.
Drs La Ode Mustari Msi, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Sekretariat Provinsi Sultra dilantik menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sultra, menggantikan Dr Hj Nur Endang Abbas SE Msi.
Kemudian Drs Muh Djudul MSi, yang sebelumnya menjadi staff Sekretariat Daerah Provinsi Sultra dilantik menjadi Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sultra menggantikan Drs Yusuf Mundu MM, yang dilantik menjadi Kepala Pendapatan Daerah Provinsi Sultra.
Berikutnya Drs Asrun Lio M Hum PHD, yang sebelumnya menjadi staff Sekretariat Daerah Provinsi Sultra dilantik menjadi Kepala Dinas dan Kebudayaan Prov Sultra. Sekedar diketahui, Asrun Lio belum pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama Provinsi Sultra.
Dalam sambutannya, Gubernur Ali Mazi, menyampikan selamat kepada lima pejata atas jabatan baru itu. Ia berharap para pejabat yang dilantik tersebut bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam jabatan barunya itu dengan sebaik baiknya.
"Selamat kepada para pejabat yang baru dilantik hari ini. Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya dengan tanggung jawab yang telah diberikan, semoga Allah SWT selalu bersama kita," ucap Ali Mazi.
Di tempat yang berbeda, saat ditemui setelah dilantik jadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, Drs Asrun Lio M Hum mengatakan, pihaknya akan melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
"Apalagi dalam pendidikan masalah yang paling urgen dan paling utama adalah mencerdaskan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, dimana untuk mendukung 100 hari kerja AMAN di dalamnya ada program Sultra Cerdas. Sultra Cerdas bukan hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi lebih menekankan pada semua sektor pendidikan, namun juga memfasilitasi guru dan tenaga pendidikan lainnya," jelasnya.
Salah satu program yang inklud di dalam program Sultra Cerdas, kata dia, adalah memberikan beasiswa kepada semua jenjang pendidikan sampai dengan S-I, S-2 bahkan sampai dengan S-3. Tetapi di dalamnya ada kriteria-kriteria untuk mendapatkan beasiswa.
"Sehingga dengan adanya program 100 hari kerja AMAN, nantinya semua masyarakat di Sulawesi Tenggara baik yang ada di daratan maupun di kepulauan, dapat meningkatkan eksistensi pendidikannya di semua jenjang. Sehingga dengan adanya program 100 hari kerja AMAN dapat menciptakan masyarakat yang cerdas di seluruh pelosok Sulawesi Tengggara," pungkasnya. (m1)