Busel

Hilang Melaut, Nelayan Lande Belum Ditemukan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 12 September 2019 13:43 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Hilang Melaut, Nelayan Lande Belum Ditemukan
Kapal nelayan Lande La Mihiati.

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Nelayan asal Lande, Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, La Muhiati (48) yang dikabarkan hilang melaut sejak 8 September 2019 lalu hingga, Rabu (11/9) belum ketahui keberadaanya.

Sedangkan kapal korban diduga sementara sudah ditemukan nelayan di Desa Jinato, Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan Selasa (10/9) petang.

Menurut Kades Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa La Ode Wali pihak keluarga, Rabu (11/9) sudah melalui komunikasi telepon seluler dengan warga yang menemukan kapal di Bonerate. Ada dugaan sementara kapal korban ditemukan di Desa Jinato, Kabupaten Selayar.

Kata dia, dari hasil komunikasi telepon seluler pihak keluarga memberikan ciri-ciri kapal milik dengan jenis kapal yang ditemukan di Bonerate itu. Ciri kapal milik La Muhiati itu warna biru secara keseluruhan.

Lanjut dia, sedangkan ada bagian les kecil warna merah dan warna putih. Bagian dek warna kuning. Setelah diberikan gambaran ciri-ciri kapal itu kepada pihak yang mendapatkan kapal di Bonerate telah mendapatkan informasi sementara dengan jenis kapal warna itu memiliki kesamaan degan kapal korban. Begitupn juga mesinya. Mesin gandengya dua. Namun hanya satu yang berfungsi karena satu dibuka Asnya tidak difungsikan.

Dengan ciri-ciri kapal yang ditemukan di Bonerate itu memiliki ciri yang sama dengan kapal milik korban. "Namun ini baru informasi sementra belum dapat dipastikan. Karena pihak keluarga belum memastikan langsung ke Desa Jinato, Desa Bonerate," ujarnya.

"Sebentar subuh jam 3 dini hari Kamis (12/9) keluarga korban akan ke tempat penemuan kapal korban sekitar 162 mil dari Lande melalui perjalanan laut. Jadi paling lambat 12 jam sudah tiba di Bonerate," tambah La Ode Wali.

Dikatakan, kapal itu ditemukan warga setemoat pada sore hari Selasa (10/9). Begitupun juga dalam kapal tempat makan yang masih ada sisa makanan, gancu, tali pancing, pemukul ikan. Ciri yang ada didalam kapal yang ditemukan di Bonerate memiliki kesamaan dengan kapal milik korban.

Sedangkan korban La Muhiati hingga saat ini belum diketahui keberadaanya.

Ia mengaku, dugaan sementara dari pihak keluarga maupun nelayan setempat. Saat hari Minggu (8/9) lalu cuaca sedikit berombak. Dugaan ada dua. Kalau bukan ditarik ikan, jangan sampai tali pancing tergulung ditanganya. Dugaan kedua jangan sampai sementara cari ikan korban sambil berdiri sementara mesin masih aktif. Kemungkinan korban terjatuh.

Menurutnya korban tidak mengeluhkan sakit sebelumnya. Hanya saja pihak keluarga berharap saat korban terjatuh dilaut ada kapal atau nelayan lain menemukan korban.

"Sebab posisinya nelayan ini kapan jatuh dilaut kemudian kapal sementara jalan mesin. Mana arus kuat. Tidak bisa lagi kejar kapalnya. Jangan sampai korban sambil berdiri mencari ikan. Kita berharap korban selamat dan sehat-sehat sehingga bisa berkumpul lagi dengan keluaga di kampung," harapnya. (aga)

Bagikan