DLH Busel Minim Fasilitas Bersihkan Sampah
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Salah satu kendala utama menjaga kebersihan lingkungan ibukota Kabupaten Buton Selatan minimnya fasilitas dan dana.
Hal ini sangat berdampak pada penataan kebersihan ibukota Batauga. Namun demikian bukan menjadi alasan bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Busel untuk berbuat.
DLH sudah merekrut 15 orang tenaga kebersihan yang sigap membersihkan sampah masyarakat ibukota Batauga.
Menurut Kabid Pengelolaan Sampah Limbah Bahan B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Busel, La Rumu sudah ada 15 orang disiapkan bekerja membersihkan sampah ibukota. Mereka direkrut dari warga sekitar sesuai wilayah tugasnya.
Yakni warga Laompo, Lakarambau, Busoa, dan Lawela. Tugas tenaga kebersihan tersebut bertanggung jawab membersihkan wilayahnya masing-masing, misalnya menyapu ditepi jalan ibu kota agar tampak bersih tiap hari.
Kata dia, dibutuhkan kumpul semua pada moment tertentu. Salah satunya jika ada kegiatan agenda pemerintah daerah yang berdampak ada sampah.
"Tenaga kebersihan diturun walau dihari libur. Misalnya membersihkan sampah kegiatan acara HUT RI yang dipusatkan di Batauga,” kata La Rumu.
Terkhusus hari Jumat, tenaga kebersihan dikerahkan membersihkan lokasi tertentu. Salah satunya membersihkan sampah di tepi pesisir pantai Laompo.
Ini menjadi pekerjaan rumah pihaknya memberikan sosialisasi kepada warga untuk membiasakan berpola hidup bersih. Batauga bukan lagi kecamatan namun sudah menjadi ibukota kabupaten. Selama ini kebiasaan masyarakat membuang sampah di pesisir pantai dan sungai.
Menurut Rumu, salah satu kendala yang menghambat penanganan persampahan secara profesional di wilayah ibukota adalah minimnya fasilitas dan dana yang disediakan.
Fasilitas yang utama dibutuhkan belum tersedia adalah tak ada truk pengangkut sampah. Belum lagi tak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Yang pengerjaanya belum juga rampung. Apalagi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) juga tak tersedia ditengah-tengah masyarakat karena minimnya dana. Padahal persoalan persampahan ini sangat urgent demi kebersihan ibukota.
Solusi sementara kata dia, para tenaga kebersihan masih menumpuk sampah. Lalu dibakar. Ia menyadari memang langkah ini menyalahi aturan. Namun minimnya sarana dan prasana yang difasilitasi pemerintah daerah memaksa langkah ini dilakukan. Ini menjadi catatan pemerintah daerah yang harus diperjuangkan untuk direalisasikan.
Ia menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan pada perencanaan program tahun 2020. Untuk pengadaan program truk pengangkut sampah serta penambahan lagi 10 personil petugas kebersihan.
"Semoga TPA yang berlokasi di Kelurahan Busoa di tahun depan sudah dapat digunakan sehingga sampah masyarakat khususnya di wilayah ibu kota kabupaten sudah dapat diangkut ke lokasi TPA, bukan lagi dibakar," harapnya.
Ia juga berharap ketersedianya bak-bak TPS dibeberapa titik ibu kota sudah harus diadakan. Sehingga sampah rumah tangga masyarakat Batauga diharapkan tidak lagi dibuang ditepi laut atau sungai. Namun sudah bisa ditampung di TPS.
"Sudah selayaknya ini dipikirkan pemerintah daerah. Makanya kami mengusulkan ini mudah-mudahan ini menjadi komitmen Pemkab secara bersama sehingga bisa direalisasikan," harapnya. (nus)