Syamsu Rijal: Majukan Pariwisata Buteng dengan "Penta Helix ABCGM"
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Dosen Politeknik Pariwisata Makassar, Dr Syamsu Rijal, menyebut Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) telah melakukan langkah strategis dan tepat untuk mengembangkan pariwisata dengan menggelar berbagai pelatihan dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pelaku, pengelola, dan kelembagaan kepariwsataan.
Paket pelatihan itu, diantaranya pelatihan pemandu wisata alam/pelatihan pemandu selam terpadu (Dive Guide), pelatihan tata kelola destinasi pariwisata/pelatihan kewirausahaan pengelolaan usaha pariwisata dan industri kreatif, pelatihan pemandu wisata alam budaya (warisan budaya)/pelatihan pemandu wisata (Tour Guide), dan pelatihan manajemen homestay/pondok wisata/rumah wisata (pelatihan SDM pelayanan hotel, restoran, dan tour and travel).
Menurut Syamsu Rijal, peningkatan SDM masyarakat terhadap pelayanan kepariwisataan merupakan salah satu solusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi dalam pengembangan pariwisata itu sendiri untuk mencapai target-target Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia saat ini.
Target Kemenpar RI untuk melakukan lompatan strategis kedepan, yakni terwujudnya 20 juta wisatawan manca negara 2019, pergerakan 205 ribu juta wisatawan nusantara ke wilayah-wilayah destinasi wisata Indonesia, dan meningkatnya indeks daya saing Kepariwisataan Indonesia menjadi nomor 30 di dunia.
Untuk dapat mewujudkan itu, banyak hal-hal yang dapat dilakukan secara sinergis. Pertama, memanfaatkan kekuatan alam Indonesia yang begitu kuat dan tidak sebanding dengan negara-negara lain. Mulai dari pulau, laut, pantai, daratan, sungai, hingga pegunungan, begitu indah luar biasa dengan karakternya masing-masing.
Kedua, budaya dari Sabang sampai Merauke Indonesia sangat kuat. Ketiga, wisata kreatif mulai dari kuliner, kerajinan, hingga cindera mata, Indonesia juga sangat kuat. Hampir semua daerah memilikinya dengan ciri khas masing-masing.
"Permasalahan yang ada sekarang, begitu kita berbicara nasional potensi Pariwisata sangat kuat. Namun berbicara kedaerahan atau bagian-bagian wilayah kabupaten/kota terhadap destinasi wisata yang dikunjungi langsung wisatawan belum terjadi pemerataan. Penyebabnya itu adalah keterbatasan sumber daya manusia dan beberapa infrastruktur," ungkap Syamsu Rijal saat menjadi nara sumber paket pelatihan pelayanan kepariwisataan yang digelar Dispar Buteng di Hotel Findi Lakudo, pekan lalu.
Maka itu, dirinya mengaku sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan yang dilaksanakan Dispar Buteng. Terlebih lagi ikut melibatkan Politenik Pariwisata Makassar sebagai salah satu dari enam perguruan tinggi (Bandung, Bali, Makassar, Medan, Lombok, dan Palembang) dibawah naungan Kementerian Pariwisata dalam konteks kemitraan sesuai dengan tugas pokoknya, salah satunya melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mendorong peningkatan kualitas SDM .
Menurut dosen Perhotelan Poltenik Pariwisata Makassar ini, potensi alam, budaya, dan kreaatif masyarakat Kabupaten Buteng sebagai destinasi wisata sangat kuat dan berkarakter. "Tinggal mendorong peningkatan SDM masyarakatnya agar paradigma berpikir dan bertindak terhadap pengembangan destinasi wisata di wilayahnya masing-masing lebih terarah dan maju," timpalnya.
Selain itu, untuk memajukan pariwisata Kabupaten Buteng yang kuat dan berkarakter tersebut perlu dukungan dan pelibatan Penta Helix yang saling bersinergis. "Antara academician, business, community, government, dan media (ABCGM) harus saling bersinergi dan sama-sama mendorong kemajuan pariwisata Kabupaten Buteng. Tidak bisa Dispar sendiri yang bekerja, karena bicara pariwisata itu multi sektor," tandasnya.
Dari ABCGM tersebut, kata dia, media harus memainkan peranannya dalam mempromosikan potensi-potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Buteng. Bila perlu membentuk komunitas-komunitas, seperti penulis pariwisata, bloger pariwisata, traveller writer, dan lain-lain. "Media harus mengambil peran terdepan dalam mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Buteng," harapnya.(uzi)