Bantuan Pamsimas di Busel Mulai Terealisasi
Bagikan

BATAUGA - Empat desa di Kabupaten Buton Selatan (Busel) keciprat bantuan program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di tahun 2019 ini. Dua program tersebut saat ini tengah direalisasikan.
Seperti yang tengah dikerjakan di Desa Bangun, Kecamatan Sampolawa. Saat ini tengah digenjot realisasi percepatan pembangunanya.
Di Desa Bangun direalisasikan pembangunan bak penampung di sumber mata air diwilayah desa tersebut. Nantinya dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
Program PAMSIMAS salah satu program nasional yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia, program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota.
Sebelumnya, Koordinator Pamsimas Kabupaten Busel, Muhammad Watasir mengatakan, Pamsimas di Busel yang sudah penyerahan dan difungsikan. Tahun 2019 ini ada empat desa yang ada diwilayah daratan.
Kata Watasir, ditahun 2019 Pamsimas yang pendanaanya bersumber dari APBN belum ditentukan atau ditetapkan jumlah anggaranya. Sementara proses diverifikasi desanya. Namun demikian sudah diusulkan ke pusat masing-masing desa itu mendapatkan Rp 245 juta.
"2019 ini ada lima desa yang diproses perencanaan usulnya ke Kementrian. Sementara kita sudah evaluasi untuk pendanaanya dipusat sementara diproses," ujarnya.
Lima desa itu yakni desa Lawela, Lawela Selatan, Lampainairi Kecamatan Batauga sedangkan di Kecamatan Sampolawa ada di Desa Bangun dan Wawoangi. Namun untuk desa Wawoangi ini pendanaanya dari APBD. Hanya saja perencaanya pendanaanya nanti tahun 2020 karena terlambat diusulkan 2019 ini.
"Jadi nanti dimasukan dalam APBD tahun 2020 nanti, tapi perencanaanya tetap jalan," katanya.
Tapi untuk empat desa sumber pendanaanya dari APBN tahun 2019 sudah akan direalisasikan. Empat desa yakni Lawela, Lawela Selatan, Lampanairi Kecamatan Batauga dan Desa Bangun Kecamatan Sampolawa.
Lanjut dia, itu total anggaran APBN tinggal menunggu penetapan dari kementrian pusat. Skema program ini 70 persen APBN, 10 persen dana sharing APBDesnya. 20 persenya incam dan imcas. 16 incam dalam bentuk tenaga yang diuangkan gotong royong, 4 persen incas uang tunai dari dana masyarakat atau sumbangan.
Sementara itu untuk tahun 2018 ada 12 desa. Tapi masih ada yang belum difungsikan karena masih dibenahi. Sudah ada beberapa desa yang sudah diujifungsikan. Beberapa desa belum diserahterima karena masih dalam pembenahan perbaikan.
Lebih jauh Watasir menjelaskan, yang mendapatkan program Pamsimas di Kabupaten Buton Selatan tahun 2018 dari sumber pendanaanya APBN Rp 2 miliar lebih yakni Batuawu, Ngula-nggula, Wakinamboro di Kecamatan Siompu, Bola Batauga, Watiginanda Sampolawa.
Sedangkan dua desa program Pamsimas dari APBD 2018 yakni Desa Waonu Kadatua dan Bola Batauga masing-masing dapat Rp 245 juta.
Sementara itu di Siompu Barat itu desa Kamoali, Molona, Katampe untuk di Siompu Barat sudah tuntas dikerjakan tahun lalu.
Program Pamsimas ini program air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat. Tujuanya untuk pengadaan air bersih di perdesaaan untuk mencapai akses kebutuhan universal dari nol seratus, nol seratus.(aga)