Berita Terkini
Buton

Bersama Kapolres Buton Hadiri Pesta Adat Kamaru, La Bakry: Budaya Tak Boleh Dilepas Harus Dilestarikan

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 26 September 2019 06:10 WIB · 2 menit baca
Bersama Kapolres Buton Hadiri Pesta Adat Kamaru, La Bakry: Budaya Tak Boleh Dilepas Harus Dilestarikan

PUBLIKSATU, BUTON-Bupati, La Bakry bersama Kapolres Buton, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga menghadiri acara adat kadie Kamaru di Baruga Kelurahan Kamaru, Kecamatan Lasalimu, Rabu (25/9/2019). Acara adat ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen dari sektor pertanian.

Saat tiba, La Bakry dan AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga yang di dampingi tiga anggota DPRD Buton dapil Kecamatan Lasalimu dan Kapuntori disambut dengan tarian tradisional Buton.

Dalam kesempatan ini, La Bakry memperkenalkan AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga sebagai kapolres baru di Buton kepada Masyarakat setempat. Kata dia dengan kehadirannya diharapkan bisa menjadi penyemangat masyarakat Kecamatan Lasalimu.

"Ini kita punya Kapolres Baru, mudah-mudahan kita semua uda bisa kenal beliau. Dan hari ini merupakan kegiatan beliau dilantik dan serah terima bersama saya dan seluruh jajaran aparatur pemerintah Kabupaten Buton, mudah-mudahan dengan kehadiran beliau menjadi penyemangat masyarakat di Kecamatan Lasalimu," ujarnya.

Tidak hanya itu, La Bakry juga mengaku kali ini dirinya baru pertama menghadiri acara pesta adat budaya tahunan 2019 di Kelurahan Kamaru bersama tokoh adat dan masyarakat setempat.

La Bakry menjelaskan budaya harus dilestarikan. Tidak hanya Indonesia, Negara maju di Asia seperti Korea dan Jepang juga tak lupa akan budayanya. Meskipun begitu, negara tersebut tidak mengesampingkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Buton bisa mencontoh hal itu.

"Kita juga harus begitu. Jangan karna kita anak-anak itu suda belajar di luar daerah lalu melupa akar-akar budayanya. Kita tidak boleh lupa. Karna itu merupakan ciri khas kita. Itu merupaka identitas kita sebagai daerah eks kesultanan Buton yang sejak dulu terkenal," ujarnya.

Menurut dia, Budaya Buton sangat Universal. Olehnya itu, jangan ragu dan malu terhadap budaya Buton. Dahulu para pendahulu telah mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi yang dikenal dengan masyarakat Buton yakni sarapataanguna.

"Pripsipnya dari yang disampaikan orang-orang tua kita, leluhur kita, seperti Po masia-masiaka, Po mae-maeka. Po Binci-binciki kuli. Itu nilainya universal. Semua anak manusia ingin seperti itu. Dimana pun. Mau orang bulepun dia ingin diperlakukan seperti itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, makna dari prinsip itu yakni, jika tidak inginkan seperti yang tidak diinginkan, jangan perlakukan orang lain seperti yang tidak diingkan. Tak hanya adat agama menghendaki itu.

"Kalau tidak ingin disakiti, jangan sakiti orang lain. Saling menghargai semua orang pingin dihargai, maka hargai orang," tuturnya.

"Oleh karena itu, kita sebagai anak daerah yang merupakan bagian dari budaya daerah, budaya nasional kita. Kita tidak boleh kita lepas. Kita tetap lestarikan sebagai dari bagian dari leluhur kita yang tadi saya katakan nalak-nilainya universal," tambahnya.(Cro2)