Berita Terkini
Buton

Sosialisasi BPTU-HPT Denpasar di Buton, La Bakry: Pelihara Bibit Ayam Bantuan Kementerian Dengan Hati

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 26 September 2019 04:31 WIB · 3 menit baca
Sosialisasi BPTU-HPT Denpasar di Buton, La Bakry: Pelihara Bibit Ayam Bantuan Kementerian Dengan Hati

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton mensosialisasikan kegiatan bekerja Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar di Sulawesi Tenggara kepada masyarakat Kecamatan Lasalimu di gedung serba guna Kelurahan Kamaru, Rabu (25/9/2019) sore.

Dalam kesempatan ini, Bupati Buton, La Bakry menjelaskan saat pertemuan di Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar bersama Kemenetrian Pertanian dan sejumlah kepala daerah. Ia meminta untuk diberikan bantuan ayam kampung super. Dari usulan itu, Pemkab Buton mendapatkan bantuan sebanyak 53.200 ayam.

"53.200 ekor. Banyak juga. Artinya kalau satu kampung ini ayam semua ramai kita lihat. Tapi ini tantangan buat kita semua. Karena kita belum pernah memelihara ayam sebanyak itukan. Belum semua. Makanya kalau diberi jangan bahagia dulu. Ini tantangan ini," ujar dia dihadapan masyarakat rumah tangga miskin pertaian (RTMP) di Kecamatan Lasalimu.

Nantinya bantuan ini, kata dia setiap RTMP mendapatkan bibit ayam DOC sebanyak 50 ekor. Tidak hanya itu, ada juga bantuan kandang, pakan ternak, vitamin dan desinfektan.

Ayam ini jika bersama pejantan, diusianya enam bulan, bisa menghasilkan telur dan menetas. Bantuan ini merupakan ayam hasil persilangan.

"Nah, kita di kasi masi anak kecil. Bulunya itu masi seperti kapas. Umur satu bulan. Suda ada sayapnya. Tapi belum bisa terbang dia. Jadi disediakan juga kandang 2X2 setengah meter. Untuk membuat kandangnya akan di beri juga. 500 perkandang," ujarnya.

Tidak hanya itu, La Bakry menjelaskan untuk bantuan pakan dari Kementrian hanya tiga bulan saja. Untuk mencapai enam bulan kedepannya. Ia mengaku pihaknya melalui dinas pertanian bakal menganggarkan di pengadaan pakan di tahun anggaran 2020 mendatang.

Selain itu, ia juga menjelaskan pemeliharan ayam ini merupakan yang pertama kalinya di Buton. Sehingga saat ini masyarakat masi proses pembelajaran. Andaikan program ini berhasil, bantuan serupa bakal ditingkatkan lagi.

"Saya suda bicara dengan pak camat coba di bikin kelompok per 25 nanti penyuluh itu akan datang. Saling tanya diskusi bagaimana. Pokoknya jangan pake rahasia. Terbuka semua. Bagaimana supaya kandangnya bagus. Supaya cocok. Kasitau juga teman. Kelompok penerima lain. Saling mengingatkan. Saling membantu. Jadi kita harapkan di bulan April kalau saya keliling suda ada telur, 2020," tuturnya.

La Bakry menekankan agar masyarakat tidak mengharapkan bantuan ini untuk berpikir kaya. Melainkan menambah ilmu dan pengetahuan.

"Kita jangan dulu berpikir kaya dengan ini tapi anggap saja kita menambah ilmu dan pengetahuan. Belajar dari sini. Kalau ini dia sukses kita bisa suplai Wakatobi. Kita suplai Baubau. Mungkin juga daerah timur dengan ayam super yang berasal dari Kabupaten Buton," katanya.

"Inikan gampang-gampang susah ini. Karna kita belum punya pengalaman. Jangan sampai ayam yang baru satu bulan. Bulunya baru seperti kapas. Salah ditangani, dia. Belum enam bulan tinggal kandangnya kita lihat-lihat. Makanya berdoa. Sambil pelihara sambil zikir-zikir. Jadi memelihara dengan hati," tambahnya. (Cro2)